Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5537| Title: | ANALISA PEMANFAATAN KOMPRESSOR IZUMI OL40M SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI POMPA SENTRIFUGAL TERHADAP KINERJA SISTEM DALAM APLIKASI PEMOMPAAN FLUIDA |
| Authors: | NASUTION, AHMAD GOZALI |
| Keywords: | Pompa Kompressor, Debit, Energi Potensial |
| Issue Date: | 20-Feb-2026 |
| Publisher: | Fakultas Teknik, Universitas Islam Sumatera Utara |
| Series/Report no.: | UISU260374;71230911076 |
| Abstract: | Penelitian bertujuan menganalisis kinerja sistem pompa air berbasis kompresor udara dalam memompa air dengan berbagai debit aliran, shimitsu performa energi dari sistem pompa air berbasis kompresor udara dengan pompa air konvensional, mengevaluasi kelayakan ekonomis dari sistem pompa air berbasis kompresor udara untuk diterapkan dalam skala kecil. Variabel bebas yang diterapkan yaitu, Kedalaman Sumur Bor, dalam hal ini bervariasi dari 1, 2 dan 3 meter, kemudian Jarak Pipa Udara, Jarak dan diameter pipa yang digunakan untuk mengalirkan air akan mempengaruhi gesekan, tekanan hidro dan kehilangan energi, yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja pemompaan, denggan variasi 10, 20, 30, 40,50 cm, dengan diameter pipa sumur 3 inchi, diamater pipa outlet 1 inchi dan diameter pipa udara ½ inchi. Rata-rata waktu tercepat pada penelitian adalah pada jarak 40 cm, ini menjelaskan bahwa semburan dan dorongan balik udara yang paling efektif adalah pada jarak 40 cm yaitu 35 detik, dan waktu terlama rata-rata adalah pada jarak 10 cm yaitu 129,6 detik, ini disebabkan sebagian semburan dan dorongan balik udara keluar dari pipa sumur. Grafik produksi perwaktu versus Jarak Pipa Udara, Trend grafik Gambar berbentuk sama, yang menjelaskan bahwa produksi air terbesar adalah pada jarak ujung pipa udara 40 cm yaitu 0,183 L/s, ini menjelaskan posisi ujung pipa udara 40 cm adalah yang terbaik dalam hal produksi air, dan produksi terendah rata-rata adalah pada posisi 10 cm, dikarenakan sebagian semburan dan tekanan udara mengalir ke pipa sumur. Dari kalkulasi tekanan menjelaskan pengaruh ketinggian (h) pada tekanan Hidrostatik, semakin tinggi kolom air maka tekanannyasemakin tinggi, disini jelas diperlihatkan tekanan tertinggi adalah pada pipa 3 meter yaitu 28,449 kPa. Energi maksimum terlihat pada jarak ujung pipa udara terhadap ujung pipa outlet pada posisi 40 cm, dan dari posisi 10 sampai 40 cm cenderung naik dan menurun dari 40 cm ke 50 cm. Ini mengartikan bahwa metode pompa kompressor paling efektif bila jarak ujung pipa udara pada posisi 40 cm, bukan jarak yang paling dekat maupun jarak yang paling jauh. Kata kunci : Pompa Kompressor, Debit, Energi Potensial |
| URI: | http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5537 |
| Appears in Collections: | Teknik Mesin |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover, Bibliography.pdf | Cover, Bibliography | 936.01 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Abstract.pdf | Abstract | 174.37 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter I,II.pdf | Chapter I,II | 548 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter III,IV,V.pdf Restricted Access | Chapter III,IV,V | 600.83 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.