Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5509
Title: PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA TERORISME MELALUI SOFT APPROACH DAN HARD APPROACH YANG TERJADI DI WILAYAH ACEH
Authors: ZULFAHMI
Keywords: Penanggulangan, Tindak Pidana, Terorisme
Issue Date: 20-Feb-2026
Publisher: Magister Hukum, Universitas Islam Sumatera Utara
Series/Report no.: UISU260286;71230123174
Abstract: Terorisme merupakan jenis kejahatan yang tidak bisa diklasifikasikan sebagai kejahatan biasa. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah bagaimana cara penanggulangan tindak pidana terorisme yang terjadi di wilayah Aceh, bagaimana upaya pembinaan eks narapiana terorisme agar kembali setia kepada NKRI, bagaimana upaya mengatasi hambatan dalam penanggulangan tindak pidana terorisme melalui soft approach di wilayah Aceh .Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif analisis yang mengarah pada penelitian hukum yuridis normatif dan didukung data yuridis empiris yakni penelitian yang dilakukan dengan cara mengacu pada norma-norma hukum yaitu meneliti terhadap bahan pustaka atau bahan sekunder. Data sekunder dengan mengolah data dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Pembinaan eks narapidana tindak pidana terorisme, atau yang sering disebut mantan narapidana terorisme (eks-napiter), merupakan upaya sistematis untuk mengembalikan mereka ke masyarakat. Ini mencakup rehabilitasi, reintegrasi sosial, dan deradikalisasi untuk mencegah mereka kembali terpapar paham radikal dan melakukan tindakan terorisme. Pembinaan eks narapidana tindak pidana terorisme, atau yang sering disebut mantan narapidana terorisme (eks-napiter), merupakan upaya sistematis untuk mengembalikan mereka ke masyarakat. Ini mencakup rehabilitasi, reintegrasi sosial, dan deradikalisasi untuk mencegah mereka kembali terpapar paham radikal dan melakukan tindakan terorisme. Kesimpulan dari tesis ini adalah penanggulangan tindak pidana terorisme yang terjadi di wilayah Aceh adalah dilakukan melalui tiga strategi utama yaitu preventif, preemtif, dan represif. Upaya pembinaan eks narapiana terorisme agar kembali setia kepada NKRI dilakukan melalui pelaksanaan rehabilitasi dalam rangka deradikalisasi terhadap pelaku tindak pidana terorisme. Upaya mengatasi hambatan dalam adalah mengidentifikasi dan memahami akar penyebab terorisme, serta tantangan dalam mengubah keyakinan dan perilaku individu yang telah terpapar radikalisme. Kata Kunci: Penanggulangan, Tindak Pidana, Terorisme
URI: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5509
Appears in Collections:Magister Hukum

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography180.11 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract14.99 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II505.82 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V361.3 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.