Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5329| Title: | GAMBARAN HASIL BIOPSI ASPIRASI JARUM HALUS BENJOLAN PADA AREA LEHER DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN DARI TAHUN 2021-2023 |
| Authors: | DZAKIAH, WILDA MARWIAH |
| Keywords: | Biopsi Aspirasi Jarum Halus, diagnosa jenis sitopatologi, benjolan di leher |
| Issue Date: | 20-Feb-2026 |
| Publisher: | Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara |
| Series/Report no.: | UISU260144;71210811061 |
| Abstract: | Latar Belakang: Benjolan atau massa pada leher merupakan salah satu masalah kesehatan global. Benjolan leher dapat ditemukan di semua kelompok umur, dari anak-anak hingga orang dewasa. Pemeriksaan patologi yang paling direkomendasikan untuk diagnostik dengan komplikasi minim yaitu pemeriksaan Biopsi Aspirasi Jarum Halus, atau dikenal dengan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy), pemeriksaan yang sederhana, akurat, dapat dijadikan pemeriksaan pra bedah. Tujuan: Mengetahui distribusi frekuensi hasil biopsi aspirasi jarum halus benjolan pada area leher pada pasien RSUD Dr. Pirngadi Medan dari tahun 2021-2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling yang artinya semua kasus pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus benjolan pada area leher yang tercatat pada rekam medik di RSUD Dr. Pirngadi Medan dari tahun awal Januari tahun 2021-Desember 2023. Hasil: Dari 123 data rekam medik di RSUD Dr. Pirngadi Medan, hasil penelitian ini didapatkan kasus benjolan di leher paling banyak terjadi pada usia > 35 tahun yaitu kasus 83 kasus (67%) dan lebih banyak pada laki-laki yaitu 72 kasus (59%). Benjolan pada leher yang paling banyak berasal dari kelenjar getah bening yaitu sebanyak 76 kasus (62%), kemudian kelejar liur 32 kasus (26%), jaringan lunak 8 kasus (6%), Kelenjar tiroid 7 kasus 5(%). Jenis benjolan banyak bersifat jinak yaitu 91 kasus (74%) sedangkan ganas 32 kasus (26%). Jenis diagnosa stitopatologi paling banyak yaitu limfadenitis TB yaitu sebanyak 25 kasus (20%). Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa benjolan paling banyak terjadi dari kelenjar getah bening dengan diagnosa jenis sitopatologi terbanyak adalah limfadenitis TB (tuberkulosis). Kata Kunci: Biopsi Aspirasi Jarum Halus, diagnosa jenis sitopatologi, benjolan di leher |
| URI: | http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5329 |
| Appears in Collections: | Pendidikan Kedokteran |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover, Bibliography.pdf | Cover,Bibliography | 2.56 MB | Adobe PDF | View/Open |
| Abstract.pdf | Abstract | 199.47 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter I,II.pdf | Chapter I,II | 827 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter III,IV,V.pdf Restricted Access | Chapter III,IV,V | 269.48 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.