Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5323| Title: | TINJAUAN HUKUM ATAS SURAT KEPUTUSAN REKTOR TENTANG TIDAK DAPAT MELANJUTKAN STUDI DALAM PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS KARENA TUDUHAN MELAKUKAN PERBUATAN ASUSILA (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 376 K/TUN/2022) |
| Authors: | Daulay, Zulfitri Muhajir |
| Keywords: | Surat Keputusan, Studi, Asusila. |
| Issue Date: | 20-Nov-2025 |
| Publisher: | Magister Hukum, Universitas Islam Sumatera Utara |
| Series/Report no.: | UISU250704;71230123119 |
| Abstract: | Mahasiswa merupakan individu yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Keinginan mahasiswa untuk mengenyam pendidikan tinggi adalah karena dilatarbelakangi oleh cita-cita mereka, di antaranya adalah untuk menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi, keterampilan serta status yang tinggi di masyarakat. Perumusan masalah dalam penulisan tesis ini adalah : Bagaimana aturan tentang surat keputusan pemberhentian mahasiswa dalam peraturan perundang-undangan? Bagaimana akibat hukum mahasiswa setelah keluarnya surat keputusan pemberhentian? Bagaimana pertimbangan hakim atas sengketa surat keputusan rektor dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 376 K/TUN/2022? Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif. “Pendekatan yuridis normatif yaitu menekankan pada ilmu hukum dengan menitik beratkan pada data sekunder, yang berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tertier”, dan untuk melengkapi data dilakukan dengan mengumpulkan bahan-bahan yang relevan dan melakukan studi pustaka yang selanjutnya data akan dianalisis secara yuridis. Dihasilkan bahwa aturan tentang surat keputusan pemberhentian mahasiswa dalam peraturan perundang-undangan. Keputusan pemberhentian mahasiswa dalam sengketa TUN memiliki kedudukan yang bersifat administratif sehingga memiliki kedudukan hukum, Akibat hukum mahasiswa setelah keluarnya surat keputusan pemberhentian. Mahasiswa yang terkena Drop Out dari pihak kampus dapat mengajukan pertanyaan tentang alasan dari pemecatan dirinya sebagai mahasiswa. Pertimbangan hakim atas sengketa surat keputusan rektor dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 376 K/TUN/2022 Tergugat tidak pernah sebelumnya memberikan sanksi teguran atau peringatan, dan antara Pelapor dan Penggugat sudah diputuskan mengizinkan Pemohon (Ivan Moharya Kasim bin Moyardi Kasim) menjatuhkan Talak Satu Raj'i terhadap Termohon (dr. Jesa Deastri binti Asrial) Bahwa dengan tetap diberikannya sanksi kepada Penggugat maka petitum terkait rehabilitasi beralasan hukum untuk ditolak. Kata Kunci : Surat Keputusan, Studi, Asusila. |
| URI: | http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5323 |
| Appears in Collections: | Magister Hukum |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover, Bibliography.pdf | Cover, Bibliography | 888.99 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Abstract.pdf | Abstract | 112.14 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter I,II.pdf | Chapter I,II | 480.6 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter III,IV,V.pdf Restricted Access | Chapter III,IV,V | 461.2 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.