Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5096| Title: | EFEK POPULASI GULMA BELULANG (Eleusine indica) TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) |
| Authors: | MAULANA, ARIF |
| Keywords: | Tanaman Jagung Manis, Gulma Belulang, Populasi dan Pertumbuhan. |
| Issue Date: | 20-Feb-2026 |
| Publisher: | Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara |
| Series/Report no.: | UISU260091;71180713063 |
| Abstract: | Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Jln. Karya Wisata Gedung Johor, Kota Medan. Ketinggian tempat ± 25 mdpl dengan topografi datar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2025 s/d selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh populasi gulma belulang (E.indica) terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung manis (Z. mays saccharata). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan yang di uji adalah populasi gulma E. indica dengan berbagai taraf. Adapun perlakuan yang di uji adalah: E0 = Tanpa Gulma Belulang (kontrol); E1 = 1 Gulma Belulang E. indica per polybag; E2= 2 Gulma Belulang E. indica per polybag; E3 = 3 Gulma Belulang E. indica per polybag; E4 = 4 Gulma Belulang E. indica per polybag; E5= 5 Gulma Belulang E. indica per polybag. Parameter pengamatan meliputi pertumbuhan vegetatif tanaman jagung manis yakni tinggi tanaman, diameter batang bobot basah dan bobot kering tanaman. Pengamatan pertumbuhan gulma belulang (E. indica) meliputi bobot basah dan bobot kering. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi gulma belulang (E. indica) hanya berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman jagung manis pada umur 2 Minggu Setelah Tanam (MST). Namun, pada umur 4 dan 6 MST, populasi gulma tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman. Keberadaan gulma belulang tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan diameter batang tanaman jagung manis pada seluruh pengamatan (2, 4, dan 6 MST). Populasi gulma belulang memberikan pengaruh nyata terhadap bobot basah dan bobot kering tanaman jagung manis pada umur 6 MST. Peningkatan jumlah populasi gulma cenderung menurunkan bobot basah dan bobot kering tanaman, yang menunjukkan adanya kompetisi dalam penyerapan air, cahaya, dan unsur hara. Gulma belulang memiliki kemampuan kompetitif yang relatif terbatas terhadap tanaman jagung manis yang menunjukkan bahwa kehadiran gulma E. indica perlu dikendalikan sejak awal pertumbuhan untuk menghindari gangguan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Kata Kunci : Tanaman Jagung Manis, Gulma Belulang, Populasi dan Pertumbuhan. |
| URI: | http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5096 |
| Appears in Collections: | Agroteknologi |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover,Bibliography.pdf | Cover,Bibliography | 755.42 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Abstract.pdf | Abstract | 166.86 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter I,II.pdf | Chapter I,II | 352.99 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter III,IV,V.pdf Restricted Access | Chapter III,IV,V | 496.65 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.