Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4955
Title: DAMPAK PERUBAHAN CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI KEBUN RAMBUTAN DAN GUNUNG PAMELA PTPN IV REGIONAL I
Authors: Kara, Tegar Bagas
Keywords: Iklim, Produksi, Kelapa Sawit, Kebun Rambutan dan Gunung Pamela.
Issue Date: 20-Nov-2025
Publisher: Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara
Series/Report no.: UISU250548;71210713084
Abstract: Bagas, Penelitian ini dilaksanakan di PTPN IV Regional I kebun Rambutan, Paya Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara dan Gunung pamela, Buluh Duri, Kec. Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara pada bulan Agustus sampai dengan September 2024. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Dr. Ir. Murni Sari Rahayu, M.P. sebagai Ketua Pembimbing dan Bapak Dr. Ir. Diapari Siregar, M.P. selaku Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan curah hujan terhadap produksi tanaman kelapa sawit (E. guineensis Jacq) di Kebun Rambutan dan Kebun Gunung Pamela PTPN IV Regional I. Metode penelitian yang digunakan adalah membandingkan produksi tanaman kelapa sawit per tahun dengan kondisi iklim di Kebun Rambutan dan Kebun Gunung Pamela PTPN IV Regional 1. Variabel pengamatan yang terdiri dari data iklim (hari hujan dan curah hujan), data produksi kelapa sawit (kg/Ha), data rata rata jumlah tandan (RJT/Pokok), data rata-rata berat tandan (RBT), luas lahan, tanaman dengan varietas dan tahun tanam yang sama, data kondisi lahan dan jenis tanah. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kebun Rambutan, dengan rata-rata curah hujan tahunan 1699,8 mm dan 129,4 hari hujan, memiliki kesesuaian lahan kategori S2 (sesuai) menunjukkan hasil produksi yang optimal pada tanaman tahun tanam 2015, yang berkontribusi pada peningkatan hasil panen dibandingkan dengan tanaman tahun tanam 2012. Kebun Gunung Pamela, yang memiliki curah hujan lebih tinggi (3143,8 mm) dan jumlah hari hujan yang lebih banyak (142,6 hari), memiliki kesesuaian lahan yang lebih rendah untuk kelapa sawit kategori S3 (agak sesuai), yang mempengaruhi produksi kelapa sawit yang kurang optimal dibandingkan dengan kebun Rambutan. Iklim yang lebih moderat dengan distribusi hujan yang lebih merata memberikan dampak positif terhadap hasil produksi kelapa sawit, seperti yang terlihat di Kebun Rambutan. Sebaliknya, curah hujan yang sangat tinggi di Kebun Gunung Pamela cenderung mengurangi potensi hasil produksi kelapa sawit. Kata Kunci : Iklim, Produksi, Kelapa Sawit, Kebun Rambutan dan Gunung Pamela.
URI: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4955
Appears in Collections:Agroteknologi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography1.33 MBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract10.78 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II140.86 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V317.23 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.