Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4886| Title: | POTENSI EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH SEBAGAI ANTIANSIETAS: ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF FLAVONOID |
| Authors: | ASYRAF, MHD. TEGUH |
| Keywords: | Latar Belakang: Tingginya angka prevalensi gangguan ansietas berbanding lurus dengan kebutuhan pelayanan kesehatan. Namun, akses terhadap layanan kesehatan di Indonesia masih belum merata antara daerah perkotaan dan pedesaan. Daerah daerah terpencil juga mengalami kekurangan pasokan layanan kesehatan yang berkualitas, sehingga dibutuhkan alternatif penggunaan herbal yang murah dan mudah didapatkan, pemakaian atau konsumsi rutin tidak menimbulkan efek samping yang signifikan, sehingga pemilihan bahan herbal dapat dipertimbangkan keamanannya sebagai suplementasi pengobatan. Jahe merah salah satu jenis rimpang yang banyak digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia dikenal secara turun temurun sebagai obat tradisional yang mampu mengatasi berbagai macam penyakit. Secara empiris jahe merah juga digunakan sebagai komponen berbagai ramuan obat yang memiliki efek antiansietas. Metode: pre-eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar total flavonoid yang berpotensi sebagai antiansietas. Sampel rimpang jahe merah. Ekstraksi dengan metode maserasi. Penelitian ini menggunakan pelarut air, etanol 70%, dan 96%. Hasil: skrining fitokimia flavonoid pada ekstrak air, etanol 70%, etanol 96% jahe merah mengandung flavonoid. Koefisien korelasi kuersetin sebesar 0,9758. Total kadar dan rata-rata kandungan flavonoid pada ekstrak air jahe merah sebesar 11,7803 mgQE/g ekstrak atau 1,18%. Ekstrak etanol 70% jahe merah sebesar 23,4227 mgQE/g ekstrak atau 2,34%. kadar total dan rata-rata flavonoid pada ekstrak etanol 96% jahe merah 35,2407 mgQE/g ekstrak atau 3,5%. Kesimpulan: Dari hasil tiga kali pengulangan ekstrak etanol 96% jahe merah kadar total flavonoid tertinggi 35,2407 mgQE/g, ekstrak etanol jahe merah 70% kadar 23,4227 mgQE/g terendah ekstrak etanol jahe air kadar 11,7803 mgQE/g ekstrak. Kata Kunci : Ansietas, Jahe merah, Flavonoid, Fitokimia |
| Issue Date: | 20-Nov-2025 |
| Publisher: | Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara |
| Series/Report no.: | UISU250458;71210811027 |
| Abstract: | Latar Belakang: Tingginya angka prevalensi gangguan ansietas berbanding lurus dengan kebutuhan pelayanan kesehatan. Namun, akses terhadap layanan kesehatan di Indonesia masih belum merata antara daerah perkotaan dan pedesaan. Daerah daerah terpencil juga mengalami kekurangan pasokan layanan kesehatan yang berkualitas, sehingga dibutuhkan alternatif penggunaan herbal yang murah dan mudah didapatkan, pemakaian atau konsumsi rutin tidak menimbulkan efek samping yang signifikan, sehingga pemilihan bahan herbal dapat dipertimbangkan keamanannya sebagai suplementasi pengobatan. Jahe merah salah satu jenis rimpang yang banyak digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia dikenal secara turun temurun sebagai obat tradisional yang mampu mengatasi berbagai macam penyakit. Secara empiris jahe merah juga digunakan sebagai komponen berbagai ramuan obat yang memiliki efek antiansietas. Metode: pre-eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar total flavonoid yang berpotensi sebagai antiansietas. Sampel rimpang jahe merah. Ekstraksi dengan metode maserasi. Penelitian ini menggunakan pelarut air, etanol 70%, dan 96%. Hasil: skrining fitokimia flavonoid pada ekstrak air, etanol 70%, etanol 96% jahe merah mengandung flavonoid. Koefisien korelasi kuersetin sebesar 0,9758. Total kadar dan rata-rata kandungan flavonoid pada ekstrak air jahe merah sebesar 11,7803 mgQE/g ekstrak atau 1,18%. Ekstrak etanol 70% jahe merah sebesar 23,4227 mgQE/g ekstrak atau 2,34%. kadar total dan rata-rata flavonoid pada ekstrak etanol 96% jahe merah 35,2407 mgQE/g ekstrak atau 3,5%. Kesimpulan: Dari hasil tiga kali pengulangan ekstrak etanol 96% jahe merah kadar total flavonoid tertinggi 35,2407 mgQE/g, ekstrak etanol jahe merah 70% kadar 23,4227 mgQE/g terendah ekstrak etanol jahe air kadar 11,7803 mgQE/g ekstrak. Kata Kunci : Ansietas, Jahe merah, Flavonoid, Fitokimia. |
| URI: | http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4886 |
| Appears in Collections: | Pendidikan Kedokteran |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover, Bibliography.pdf | Cover, Bibliography | 1.57 MB | Adobe PDF | View/Open |
| Abstract.pdf | Abstract | 55.64 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter I,II.pdf | Chapter I,II | 341.72 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter III,IV,V.pdf Restricted Access | Chapter III,IV,V | 213.82 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.