Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4831
Title: ANALISIS KIMIA TANAH PADA MEDIA BIBIT KARET KLON RRIC 100 YANG DIBERI MULSA GULMA DAN FREKUENSI PENYIRAMAN YANG BERBEDA
Authors: Azmi, Calvin Fairuz
Keywords: pH, bahan organik, gulma, mulsa, air
Issue Date: 20-Nov-2025
Publisher: Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara
Series/Report no.: UISU250310;71210713001
Abstract: Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya pengelolaan media tanam yang optimal untuk mendukung pertumbuhan bibit karet (Hevea brasiliensis), yang merupakan komoditas penting dalam industri karet global. Kualitas tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan sifat kimia tanah, seperti pH, kandungan hara, dan bahan organik, memainkan peran krusial dalam menentukan kesuburan tanah. Frekuensi penyiraman merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi sifat kimia tanah. Penyiraman yang tepat dapat meningkatkan ketersediaan air dan nutrisi bagi tanaman, sedangkan penyiraman yang tidak memadai dapat menyebabkan stres pada tanaman dan mengurangi pertumbuhan. Di sisi lain, penggunaan gulma sebagai mulsa dapat memberikan manfaat tambahan, seperti pengurangan penguapan, peningkatan kandungan bahan organik, dan pengendalian erosi tanah. Namun, jenis gulma yang digunakan juga dapat mempengaruhi sifat kimia tanah secara berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah pada media tanam bibit karet klon RRIC 100 yang diberi mulsa gulma dan frekuensi penyiraman yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode observasi dengan mengambil sampel tanah pada masing masing titik sampling dan dilakukan analisis kimia tanah di laboratorium. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit pada media tanam sebelum dan setelah perlakuan mulsa gulma dan frekuensi penyiraman yang berbeda. Adapun media tanam yang dianalisis terdiri dari 8 plot percobaan, yaitu (1) frekuensi penyiraman 5 hari sekali tanpa mulsa (F1G0), (2) frekuensi penyiraman 5 hari sekali dengan A. gangetica sebagai mulsa (F1G1), (3) frekuensi penyiraman 5 hari sekali dengan P. conjugatum sebagai mulsa (F1G2), (4) frekuensi penyiraman 5 hari sekali dengan N. biserrata sebagai mulsa (F1G3), (5) frekuensi penyiraman 15 hari sekali tanpa mulsa (F2G0), (6) frekuensi penyiraman 15 hari sekali dengan A. gangetica sebagai mulsa (F2G1), (7) frekuensi penyiraman 15 hari sekali dengan P. conjugatum sebagai mulsa (F2G2), dan (8) frekuensi penyiraman 15 hari sekali dengan N. biserrata sebagai mulsa (F2G3). Analisa tanah dilakukan sebelum dan setelah perlakuan dengan mengambil sampel tanah secara komposit pada masing masing media tanam sesuai perlakuan, selanjutnya dilakukan analisis pH H2O (menggunakan pH meter), C-organik (Metode Walkley & Black), N-total (Metode Kjeldhal), P-tersedia (Metode Bray dengan spektrofotometer), P-total (Ekstrak HCl 25% dengan spektrofotometer), K-tersedia (Metode Bray dengan flamefotometer), dan K-total (Ekstrak HCl 25% dengan flamefotometer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam yang digunakan pada penelitian ini merupakan media tanam sub optimal dicirikan dengan warna tanah terang, dan kesuburan tanah rendah yan dibuktikan dari hasil analisa sifat kimia tanah awal, yaitu pH agak masam, kandungan C-organik rendah, C/N, N-total dan P-total agak rendah, sedangkan K-tersedia sedang, P-tersedia dan K-total sangat tinggi. Terjadi penurunan pH, kandungan C- organik, N-total, dan P-tersedia setelah perlakuan frekuensi penyiraman dan jenis gulma sebagai mulsa. pH menurun dari 5,39 menjadi 4,3-4,4. Kandungan C-organik menurun sebesar 2,08-12,64%, N-total menurun sebesar 16,67-40,00%, sedangkan P-tersedia menurun secara signifikan sebesar 178,89-354,83%. Terjadi peningkatan rasio C/N, K-tersedia, P- total, dan K-total setelah perlakuan frekuensi penyiraman dan jenis gulma sebagai mulsa. Rasio C/N meningkat sebesar 14,29-28,57%, K-tersedia meningkat sebesar 33,33 70,18%, sedangkan P-total dan K-total terjadi peningkatan secara signifikan, yaitu yang awalnya kandungan P-total sebesar 0,05% meningkat menjadi 225-650% setelah perlakuan. Demikian pula kandungan K-total yang awalnya sebesar 85,23 ppm menjadi 247,26- 384,07 ppm setelah perlakuan. Kata Kunci: pH, bahan organik, gulma, mulsa, air
URI: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4831
Appears in Collections:Agroteknologi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography848.72 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract227.32 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II328.69 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V563.36 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.