Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4826
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSIREGAR, ANDYODA-
dc.date.accessioned2026-01-06T07:19:27Z-
dc.date.available2026-01-06T07:19:27Z-
dc.date.issued2025-11-20-
dc.identifier.urihttp://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4826-
dc.description.abstractABSTRAK PERNIKAHAN ANTAR SUKU DALAM BUDAYA MANDAILING KAJIAN SEJARAH DI WILAYAH PIJORKOLING Andyoda Siregar Email: [email protected] Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui Sejarah perkembangan pernikahan antar suku di Wilayah Pijorkoling, (2) Menganalisis pengaruh faktor sosial dan ekonomi terhadap praktik pernikahan antar suku, (3) Mengetahuai bagaimana perubahan dalam tradisi pernikahan mencerminkan dinamika sosial masyarakat Mandailing dari waktu ke waktu, dan (4) Mengetahui peran lembaga adat dan tokoh masyarakat dalam mengatur dan mempertahankan praktik pernikahan antar suku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sejarah budaya dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pernikahan antar suku di Pijorkoling dipengaruhi oleh perpindahan penduduk akibat pekerjaan, pendidikan, hingga interaksi melalui media sosial, serta oleh nilai-nilai keterbukaan generasi muda terhadap perbedaan etnis; (2) faktor sosial seperti status keluarga, penerimaan masyarakat, dan norma adat, serta faktor ekonomi seperti kondisi finansial keluarga, mempengaruhi bentuk pelaksanaan pernikahan, mulai dari yang sederhana hingga mengikuti tata adat Mandailing secara lengkap; (3) perubahan dalam tradisi pernikahan antar suku mencerminkan dinamika masyarakat Mandailing yang mulai menempatkan agama sebagai landasan utama, sementara adat menjadi fleksibel dan adaptif sesuai perkembangan zaman; dan (4) lembaga adat dan tokoh masyarakat memainkan peran penting dalam menjembatani nilai-nilai adat dengan realitas sosial, melalui penerapan prinsip Dalihan Na Tolu, serta pendekatan persuasif yang tidak mempersulit, tetapi justru memfasilitasi proses pernikahan secara kultural dan spiritual. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa masyarakat Mandailing memiliki fleksibilitas dalam mempertahankan nilai tradisi di tengah arus modernitas dan perubahan sosial, sekaligus menegaskan pentingnya peran tokoh adat sebagai penjaga keseimbangan antara adat dan agama dalam praktik pernikahan lintas suku. Kata Kunci: pernikahan antar suku, adat Mandailing, Dalihan Na Tolu, dinamika sosial, budaya, lembaga adaen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan,Universitas Islam Sumatera Utaraen_US
dc.relation.ispartofseriesUISU250371;71210511005-
dc.subjectpernikahan antar suku, adat Mandailing, Dalihan Na Tolu, dinamika sosial, budaya, lembaga adaen_US
dc.titlePERNIKAHAN ANTAR SUKU DALAM BUDAYA MANDAILING KAJIAN SEJARAH DI WILAYAH PIJORKOLINGen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Pendidikan Sejarah

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography348.43 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract259.54 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II419.02 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V506.98 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.