Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4818
Title: POTENSI METABOLIT SEKUNDER (Trichoderma sp.) DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT GUGUR DAUN (Pestalotiopsis sp.) PADA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis) DI LABORATORIUM
Authors: Andrian, Bayu
Keywords: Tanaman Karet, Metabolit Sekunder Trichoderma sp., Penyakit Gugur Daun (Pestalotiopsis sp.).
Issue Date: 20-Nov-2025
Publisher: Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara
Series/Report no.: UISU250307;71210713076
Abstract: Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan (BBPPTP) Medan, Jl. Asrama No. 124 Medan, Kel. Cinta Damai, Kec. Medan Helvetia, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini telah dilaksankan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2025. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Dr. Syamsafitri, S.P., M.P. selaku Ketua Komisi Pembimbin dan Ibu Dr. Ir. Murni Sari Rahayu, M.P. selaku Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi metabolit sekunder (Trichoderma sp.) dalam mengendalikan penyakit gugur daun (Pestalotiopsis) pada tanaman karet (Hevea brasiliensis) di Laboratorium. Penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 (empat) perlakuan dan 5 (lima) ulangan. Masing-masing ulangan terdiri atas 2 (dua) petri sehingga jumlah petri yang dipergunakan adalah 48 petri. Perlakuan tersebut adalah: P0 = (Tanpa metabolit sekunder Trichoderma sp. / (kontrol); P1 = Metabolit Sekunder (Trichoderma sp.) (20 ml/l); P2 = Metabolit Sekunder (Trichoderma sp.) (30 ml/l); P3 = Metabolit Sekunder (Trichoderma sp.) (40 ml/l). Variabel pengamatan yang terdiri dari laju pertumbuhan koloni patogen Pestalotiopsis sp. dan persentase daya hambat (%). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa Metabolit Sekunder (Trichoderma sp.) memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan koloni dan daya hambat Pestalotiopsis sp. Perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi Metabolit Sekunder (40 ml/l) secara signifikan menghambat pertumbuhan jamur Pestalotiopsis sp., sementara media tanpa Metabolit Sekunder Trichoderma sp. / kontrol justru mendukung pertumbuhan terbaik. Semakin tinggi konsentrasi Metabolit Sekunder (Trichoderma sp.), semakin besar daya hambat yang ditunjukkan, kemungkinan karena tekanan osmotik dan kandungan bioaktif dalam media yang mengganggu metabolisme jamur Pestalotiopsis sp. Kata Kunci : Tanaman Karet, Metabolit Sekunder Trichoderma sp., Penyakit Gugur Daun (Pestalotiopsis sp.).
URI: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4818
Appears in Collections:Agroteknologi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Abstract.pdfAbstract187.85 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II582.33 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V638.99 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.