Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4720
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorAZZAHRA, ADINDA FATIMAH-
dc.date.accessioned2026-01-06T02:30:31Z-
dc.date.available2026-01-06T02:30:31Z-
dc.date.issued2025-11-20-
dc.identifier.urihttp://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4720-
dc.description.abstractABSTRAK Adinda Fatimah Azzahra Minimnya kesadaran akan urgensi perlindungan HKI menjadi indikator kurangnya pemahaman masyarakat untuk menghargai hasil karya orang lain. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaturan hukum tentang tanggung jawab pelaku usaha terhadap pelanggaran hak cipta lagu dalam sistem hukum Indonesia, Bagaimana mekanisme penentuan ganti rugi terhadap pelanggaran hak cipta lagu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,dan bagaimana pertimbangan hakim dalam menentukan besaran ganti rugi pelanggaran hak cipta lagu dalam Putusan No 991K/Pdt.Sus-HKI/2022. . Penelitian yang dilakukan adalah penelitian normatif yaitu penelitian yang menggunakan peraturan perundang-undangan sebagai dasar pemecahan permasalahan yang dikemukakan. Data yang dipergunakan adalah data sekunder serta metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan analisis data yang digunakan adalah data kualitatif. Pelanggaran hak cipta tentunya sangat membawa dampak buruk bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Tanpa adanya perlindungan hukum yang memadai atas hak cipta seseorang, maka akan sangat mengurangi daya inovasi dan kreatifitas pencipta dan dapat merugikan banyak pihak. Sudah menjadi kewajiban dari negara melalui instansi yang berwenang untuk mampu melindungi hasil karya cipta terutama karya lagu dengan melakukan penegakan hukum terhadap para pelanggarnya. Disimpulkan pengaturan hukum tentang tanggung jawab pelaku usaha terhadap pelanggaran hak cipta lagu dalam sistem hukum Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Mekanisme penentuan ganti rugi terhadap pelanggaran hak cipta lagu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia adalah ditetapkan melalui gugatan perdata di Pengadilan Niaga. Pertimbangan hakim dalam menentukan besaran ganti rugi pelanggaran hak cipta lagu dalam Putusan No 35/Pdt.Sus-Hak Cipta/2021/PN.Jkt.Pusat junto Putusan MA No.991K/Pdt.Sus-HKI/2022 adalah perbuatan tergugat yang tanpa ijin terlebih dahulu kepada penggugat selaku pemilik hak ekonomi atas produk hak terkait perekaman suara lagu SKJ88, telah melakukan penggandaan atas fonogram lagu SKJ88 untuk penggunaan secara komersial dalam iklan untuk mempromosikan dan melakukan penjualan produk tergugat yang dtayangkan melalui siaran televisi dan media internet melalui chanel Youtube milik tergugat adalah perbuatan melawan hukum pelanggaran hak cipta sebagaimana diatur dalam 24 Ayat (4) undang-undang hak cipta. Kata Kunci: Tanggung Jawab, Pelaku Usaha, Hak Cipta.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Hukum, Universitas Islam Sumatera Utaraen_US
dc.relation.ispartofseriesUISU250407;71210111099-
dc.subjectTanggung Jawab, Pelaku Usaha, Hak Cipta.en_US
dc.titleTANGGUNG JAWAB HUKUM PELAKU USAHA TERHADAP PENENTUAN GANTI RUGI PELANGGARAN HAK CIPTA LAGU (kajian Putusan Mahkamah Agung No.991K/Pdt.Sus-Hki/2022)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Ilmu Hukum

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography114.96 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract7.32 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II.196.03 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V.217.62 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.