Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4624
Title: ANALISIS INTERAKSI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAKUL KARIMAH SISWA KELAS VII DI SMP PAB 2 HELVETIA MEDAN
Authors: RAMADHANI, FITRI
Keywords: Interaksi Sosial, Guru PAI, Akhlakul Karimah, Guru, Siswa.
Issue Date: 20-Sep-2025
Publisher: Fakultas Agama islam, Universitas Islam Sumatera Utara
Series/Report no.: UISU250203;71210211001
Abstract: ABSTRAK ANALISIS INTERAKSI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAKUL KARIMAH SISWA KELAS VII DI SMP PAB 2 HELVETIA MEDAN Penulis: FITRI RAMADHANI 71210211001 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana interaksi sosial dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat membentuk akhlakul karimah pada siswa kelas VII di SMP PAB 2 Helvetia Medan. Interaksi sosial yang dimaksud meliputi hubungan antara guru dan siswa, serta antar sesama siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Latar belakang dari penelitian ini didasarkan pada pentingnya membentuk karakter dan kepribadian siswa yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam di tengah tantangan moral generasi muda saat ini. Interaksi sosial yang positif antara guru dan siswa, serta antar siswa, diyakini dapat membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pentingnya proses pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan seharihari siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI yang disertai dengan interaksi sosial yang baik memiliki pengaruh signifikan dalam menumbuhkan sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlakul karimah. Guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator sekaligus teladan dalam membentuk lingkungan belajar yang religius dan harmonis. Interaksi yang positif tidak hanya terjadi antara guru dan siswa, tetapi juga antar siswa melalui kerja sama, saling menghargai, dan komunikasi yang baik. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa kendala dalam pembentukan akhlak mulia siswa seringkali berkaitan dengan kondisi psikologis remaja yang masih labil dan dipengaruhi oleh lingkungan luar sekolah. Namun, melalui pendekatan pembelajaran yang mengutamakan keteladanan, pembiasaan sikap Islami, serta komunikasi yang efektif, nilai-nilai akhlakul karimah dapat ditanamkan dan dikembangkan. Interaksi sosial dalam pembelajaran PAI menjadi medium efektif dalam membentuk karakter religius siswa yang tidak hanya tercermin dalam sikap spiritual, tetapi juga dalam perilaku sosial sehari-hari. Bahwa interaksi sosial yang terjadi dalam pembelajaran PAI, baik antara guru dan siswa maupun antar sesama siswa, sangat berpengaruh dalam membentuk karakter dan akhlak terpuji. Guru sebagai fasilitator berperan penting dalam memberikan keteladanan dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan religius. Faktor-faktor seperti komunikasi yang efektif, kerjasama, dan keteladanan guru menjadi pendorong utama dalam proses pembentukan akhlakul karimah.interaksi sosial dalam pembelajaran PAI memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan akhlak siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis dari pihak sekolah, khususnya guru PAI, untuk memperkuat kualitas interaksi sosial dalam rangka menanamkan nilai-nilai Islam secara menyeluruh. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa kendala dalam pembentukan akhlak mulia siswa seringkali berkaitan dengan kondisi psikologis remaja yang masih labil dan dipengaruhi oleh lingkungan luar sekolah. Namun, melalui pendekatan pembelajaran yang mengutamakan keteladanan, pembiasaan sikap Islami, serta komunikasi yang efektif, nilai-nilai akhlakul karimah dapat ditanamkan dan dikembangkan. Interaksi sosial dalam pembelajaran PAI menjadi medium efektif dalam membentuk karakter religius siswa yang tidak hanya tercermin dalam sikap spiritual, tetapi juga dalam perilaku sosial sehari-hari. Dengan demikian, peneliti merekomendasikan agar pihak sekolah, khususnya guru PAI, terus meningkatkan kualitas interaksi sosial dalam pembelajaran. Peningkatan ini dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai nilai akhlak ke dalam setiap aspek kegiatan belajar mengajar, menciptakan suasana kelas yang dialogis dan penuh empati, serta memperkuat peran guru sebagai model akhlak bagi siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan model pembelajaran PAI yang lebih efektif dalam membentuk akhlakul karimah di lingkungan sekolah menengah. Kata Kunci: Interaksi Sosial, Guru PAI, Akhlakul Karimah, Guru, Siswa.
URI: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4624
Appears in Collections:Pendidikan Agama Islam

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography1.99 MBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract202.89 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II718.63 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V550.31 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.