Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4603| Title: | PERPINDAHAN PEMELIHARAAN ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ KEPADA AYAH MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM ( Studi Putusan No. 1882/Pdt.G/2019/PA.Mdn) |
| Authors: | MAS’UD, UBAIDILLAH IBNU |
| Keywords: | Hadhanah, Anak Belum Mumayyiz, Kompilasi Hukum Islam, Putusan Pengadilan, Kepentingan Terbaik Anak |
| Issue Date: | 20-Sep-2025 |
| Publisher: | Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sumatera Utara |
| Series/Report no.: | UISU250182;71210212004 |
| Abstract: | ABSTRAK PERPINDAHAN PEMELIHARAAN ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ KEPADA AYAH MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM ( Studi Putusan No. 1882/Pdt.G/2019/PA.Mdn) Ubaidillah Ibnu Mas’ud Npm: 71210212004 Penelitian ini membahas tentang perpindahan hak pemeliharaan (hadhanah) anak yang belum mumayyiz kepada ayah, sebagaimana diputuskan dalam Putusan Pengadilan Agama Medan No. 1882/Pdt.G/2019/PA.Mdn, yang menyimpang dari ketentuan normatif dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 105 huruf (a), yang menyatakan bahwa hadhanah anak yang belum mumayyiz merupakan hak ibu. Fokus kajian ini adalah menganalisis alasan yuridis dan pertimbangan hakim yang menyebabkan hak hadhanah beralih kepada ayah dalam perkara tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis dan konseptual, didukung oleh data primer berupa putusan pengadilan dan peraturan perundang-undangan, serta data sekunder dari literatur hukum Islam klasik maupun kontemporer. Teknik analisis data bersifat deskriptif analitik, dengan mengkaji secara mendalam aspek hukum, dalil fikih, serta prinsip maslahat al-mahdhun (kepentingan terbaik anak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mengalihkan hak pemeliharaan anak kepada ayah karena ibu terbukti telah menikah kembali dan mengalami gangguan psikologis yang dapat membahayakan tumbuh kembang anak. Putusan tersebut didasarkan pada Pasal 156 huruf (c) KHI, yang memperbolehkan pemindahan hak hadhanah apabila ibu tidak dapat menjamin keselamatan anak, baik secara jasmani maupun rohani. Selain itu, hakim mempertimbangkan aspek lingkungan, kestabilan emosi, dan kemampuan finansial ayah sebagai faktor utama dalam mewujudkan kemaslahatan anak. Penelitian ini menegaskan bahwa pemeliharaan anak dalam hukum Islam bersifat dinamis dan berorientasi pada perlindungan maksimal terhadap anak, serta bahwa yurisprudensi peradilan agama memainkan peran penting dalam menyesuaikan norma fikih dengan realitas sosial. Kata Kunci: Hadhanah, Anak Belum Mumayyiz, Kompilasi Hukum Islam, Putusan Pengadilan, Kepentingan Terbaik Anak. |
| URI: | http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4603 |
| Appears in Collections: | Ekonomi Syariah |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover, Bibliography.pdf | Cover, Bibliography | 899.39 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Abstract.pdf | Abstract | 201.74 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter I,II.pdf | Chapter I,II | 377.55 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter III,IV,V.pdf Restricted Access | Chapter III,IV,V | 517.69 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.