Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4599| Title: | TINGGINYA UANG HANTARAN TERHADAP PENUNDAAN PERKAWINAN DI DESA AEK NABARA JAE KEC AEK NABARA BARUMUN KAB PADANG LAWAS |
| Authors: | HASIBUAN, ETTI ULIANA |
| Keywords: | Hukum Islam, Uang Hantaran |
| Issue Date: | 20-Sep-2025 |
| Publisher: | Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sumatera Utara |
| Series/Report no.: | UISU250178;71210212005 |
| Abstract: | ABSTRAK Etti Uliana Hasibuan, 71210212005, Tingginya Uang Hantaran Terhadap Penundaan Perkawinan Di Desa Aek Nabara Jae Kec Aek Nabara Barumun Kab. Padang Lawas. Uang hantaran merupakan sejumlah kontribusi biaya yang diberikan dari calon mempelai pria kepada calon mertua guna memenuhi keperluan pernikahan. Tradisi ini mempunyai implikasi positif maupun negatif. Implikasi negatifnya muncul ketika jumlah kontribusi biaya yang melebihi batas wajar, terutama bagi pengantin pria dengan kondisi ekonominya kurang serta memiliki beban finansial, menyebabkan kesulitan dalam mengumpulkan dana. Bahkan, tidak jarang pasangan yang ingin menikah harus menunda pernikahan akibat besarnya nominal uang hantaran yang ditentukan oleh pihak perempuan. Skripsi ini mengangkat dua pertanyaan utama: apa dasar penetapan uang hantaran dalam adat pernikahan di Desa Aek Nabara Jae, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas, serta bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap tingginya uang hantaran yang menyebabkan penundaan perkawinan di Desa Aek Nabara Jae Kec Aek Nabara Barumun Kab Padang Lawas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, di mana data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan menghubungkan berbagai fakta yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Aek Nabara Jae Kec Aek Nabara Barumun Kab Padang Lawas menerapkan tradisi pemberian uang hantaran dengan mempertimbangkan faktor seperti tingkat pendidikan perempuan, jenis pekerjaannya, serta kebiasaan jumlah yang telah ditetapkan dalam masyarakat setempat atau kampung tersebut. Berdasarkan kaidah fiqhiyyah yang relevan serta mempertimbangkan dampak negatif dari tingginya uang hantaran serta bertentangan dalam hukum islam, urf yang shohih, penelitian ini menjelaskan bahwa penetapan uang hantaran yang tinggi tidak sejalan dengan ketentuan yang seharusnya berlaku. Hal ini dikarenakan tingginya nominal uang hantaran dapat menjadi beban bagi laki-laki dengan ekonominya kurang mampu serta yang memiliki beban finansial, sehingga menyulitkan proses perkawinan mereka. Kata kunci: Hukum Islam, Uang Hantaran |
| URI: | http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4599 |
| Appears in Collections: | Ekonomi Syariah |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover, Bibliography.pdf | Cover, Bibliography | 1.98 MB | Adobe PDF | View/Open |
| Abstract.pdf | Abstract | 445.53 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter I,II.pdf | Chapter I,II | 1.11 MB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter III,IV,V.pdf Restricted Access | Chapter III,IV,V | 757.91 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.