Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/1400
Title: PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ONDANSETRON DAN METOKLOPRAMIDE TERHADAP FREKUENSI MUNTAH PASIEN RAWAT INAP DEMAM TIFOID RUMAH SAKIT PERMATA MADINA KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2022
Authors: LUBIS, DINA ZUHRINA
Keywords: Typhoid fever, Vomiting Frequency, Ondansetron, Metoclopramide
Demam Tifoid, Frekuensi Muntah, Ondansetron, Metoklopramide
Issue Date: 23-Nov-2022
Publisher: Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara
Series/Report no.: UISU220257;
Abstract: Latar Belakang : Demam tifoid adalah penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh infeksi Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi melalui makanan dan minuman yang tercemar pada feses manusia. Setelah bakteri memasuki aliran darah dan menyebabkan bakteremia asimtomatik pertama, bakteri akan masuk ke organ hati dan sumsum tulang sehingga terjadi bakteremia kedua. Gejala yang paling menonjol untuk mendiagnosis demam tifoid adalah demam persisten (38,8° - 40,5°C). Gejala gastrointestinal yang ditemukan yaitu anoreksia, nyeri abdomen, mual, muntah, diare, konstipasi. Antiemetik adalah zat-zat yang berkhasiat menekan rasa mual dan muntah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas ondansetron dan metoklopramide terhadap frekuensi muntah pasien rawat inap Demam Tifoid RS Permata Madina Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2022 Metode : Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain kohort dan teknik yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 14. Subjek penelitian ini adalah pasien rawat inap demam tifoid yang mengalami gejala muntah dan menggunakan jenis antiemetik ondansetron dan metoklopramide. Hasil : Frekuensi muntah pasien rawat inap demam tifoid mengalami penurunan dari rata-rata 3,43 kali (1x24 jam) sebelum masuk IGD menjadi 1,36 kali (1x24 jam) setelah masuk rawat inap yang menggunakan terapi antiemetik dan hasil analisis uji T Independen antara ondansetron dan metoklopramide terhadap frekuensi muntah didapatkan nilai p value = 0,524 (p > 0,05) Kesimpulan : Frekuensi muntah pasien rawat inap demam tifoid yang menggunakan terapi antiemetik mengalami penurunan dan tidak ada perbedaan antara Ondansetron dan Metoklopramide terhadap Frekuensi Muntah pada Pasien Rawat Inap Demam Tifoid Rumah Sakit Permata Madina Kabupaten Mandailing Natal.
URI: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/1400
Appears in Collections:Pendidikan Kedokteran

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography2.17 MBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract161.93 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I, II.pdfChapter I, II471.28 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III, IV, V.pdf
  Restricted Access
Chapter III, IV, V275.83 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.