Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5314
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorBHIRAWA, ALEX-
dc.date.accessioned2026-01-09T02:58:33Z-
dc.date.available2026-01-09T02:58:33Z-
dc.date.issued2026-02-20-
dc.identifier.urihttp://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5314-
dc.description.abstractPenyidikan melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) terhadap anak adalah upaya untuk menyelesaikan perkara pidana yang melibatkan anak dengan menekankan pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, bukan hanya pemberian hukuman. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah bagaimana pengaturan pelaksanaan restorative justice terhadap anak yang berkonflik dengan hukum, bagaimana implementasi restorative justice sebagai perlindungan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum sebagai pelaku tindak pidana persetubuhan di Kepolisian Resor Kota Balikpapan, bagaimana hambatan dan upaya mengatasi hambatan pelaksanaan restorative justice terhadap anak yang berkonflik dengan hukum sebagai pelaku tindak pidana persetubuhan dalam proses penyidikan di Kepolisian Resor Kota Balikpapan Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka, dimana bahan atau data yang diperoleh akan disusun secara sistematis dan dianalisa dengan menggunakan prosedur logika ilmiah yang sifatnya kualitatis. Pengaturan hukum restoratif justice terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana diatur dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Implementasi restorative justice sebagai perlindungan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum sebagai pelaku tindak pidana persetubuhan di Kepolisian Resor Kota Balikpapan adalah memfokuskan kepada kebutuhan dari pada para korban, pelaku kejahatan, dan juga melibatkan peran serta masyarakat Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam penerapan restorative justice terhadap tindak pidana persetubuhan yang pelakunya anak adalah belum tersedianya tenaga-tenaga professional seperti dokter, psikolog, tenaga instruktur ketrampilan dan tenaga pendidik di berbagai tempat dimana anak di tempatkan selama dalam penanganan proses hukum.Upaya yang dilakukan mengatasi hambatan tersebut adalah peningkatan pemahaman dan sosialisasi, penyediaan pedoman yang jelas, serta kolaborasi antar penegak hukum dan pihak terkait . Kata Kunci: Restorative Justice , Anak, Peersetubuhanen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherMagister Hukum, Universitas Islam Sumatera Utaraen_US
dc.relation.ispartofseriesUISU260244;71230123176-
dc.subjectRestorative Justice , Anak, Peersetubuhanen_US
dc.titlePERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DALAM PROSES PENYIDIKAN MELALUI RESTORATIF JUSTICE (Studi Kasus Kepolisian Resor Kota Balikpapan)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Magister Hukum

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography256.59 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract15.21 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II532.7 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V489.08 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.