Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5234
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSUPRAYITNO, HADI-
dc.date.accessioned2026-01-09T02:10:52Z-
dc.date.available2026-01-09T02:10:52Z-
dc.date.issued2025-11-20-
dc.identifier.urihttp://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5234-
dc.description.abstractDalam kehidupan seperti sekarang ini sering terjadi suatu perbuatan pidana yang dilatar belakangi oleh unsur kesengajaan sehingga terjadinya suatu tindak pidana yang merugikan serta bisa sampai menghilangkan nyawa orang lain.. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif. “Pendekatan yuridis normatif yaitu menekankan pada ilmu hukum dengan menitik beratkan pada data sekunder, yang berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tertier”, dan untuk melengkapi data dilakukan dengan mengumpulkan bahan-bahan yang relevan dan melakukan studi pustaka yang selanjutnya data akan dianalisis secara yuridis. Pengaturan hukum seseorang dapat memiliki senjata api dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia Pengawasan dan kepemilikan izin senjata api yaitu diantaranya harus warga indonesia, berusia paling rendah 24 tahun, sehat jasmani dan rohani, sehat psikologi dan pengawasannya. Pertanggungjawaban hukum pidana atas tindakan membawa senjata api yang tanpa dilengkapi dengan surat izin yang sahadalah Kepemilikan senjata api tanpa hak serta izin bisa dituntut sesuai ketentuan Undang-Undang Senjata api serta Senjata Tajam Darurat No. 12 Tahun 1951. Pertimbangan hakim atas tindakan membawa senjata api tanpa dilengkapi surat izin yang sah dalam Putusan Nomor 1619/Pid.Sus/2021/PN Mdn perbuatan Terdakwa telah memenuhi unsur tanpa hak menyimpan senjata api tersebut, bahwa oleh karena semua unsur dari Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 telah terpenuhi Disimpulkan bahwa bentuk-bentuk dari penyalahgunaan, sanksi administrasi, menggunakan senjata api dalam bela paksa dan bela berlebihan, menggunakan senjata api dalam keadaan memaksa, dan ketentuan izin kepemilikan senjata api. Undang-undang tadi dijelaskan di ayat (1) serta ayat (2) Pasal 1, mengungkapkan menjadi berikut: Barangsiapa, tanpa hak masuk ke Indonesia, menghasilkan, mendapatkan, berusaha memperoleh, menyerahkan atau berusaha menyerahkan, menguasai, membawa, memiliki persediaan atau pada penguasaannya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, memakai atau kecuali Indonesia senjata api, amunisi atau bahan peledak, diancam menggunakan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama dua puluh tahun. Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan tunggal. Kata Kunci : Pertanggungjawaban, Senjata Api, Surat Izinen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherMagister Hukum, Universitas Islam Sumatera Utaraen_US
dc.relation.ispartofseriesUISU250634;71230123014-
dc.subjectPertanggungjawaban, Senjata Api, Surat Izinen_US
dc.titlePERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ATAS TINDAKAN TANPA HAK MENYIMPAN SENJATA API DENGAN TIDAK DILENGKAPI SURAT IZIN YANG SAH (Studi Putusan Nomor 1619/Pid.Sus/2021/PN Mdn)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Magister Hukum

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography660.54 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract111.37 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II490.52 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V574.81 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.