Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5062
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorPUTRA, ROMI-
dc.date.accessioned2026-01-08T03:19:56Z-
dc.date.available2026-01-08T03:19:56Z-
dc.date.issued2025-11-20-
dc.identifier.urihttp://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5062-
dc.description.abstractABSTRAK Sepeda motor telah menjadi moda transportasi alternatif bagi masyarakat. Kinerja angkutan massal yang belum berjalan secara optimal mendorong masyarakat untuk mencari moda transportasi alternatif untuk memenuhi kebutuhannya. Mobilitas yang cukup tinggi menjadi salah satu alasan masyarakat untuk memilih sepeda motor sebagai moda transportasi alternatif, selain itu harga sepeda motor juga cukup terjangkau di kalangan masyarakat. Penumpukan sepeda motor yang tidak beraturan yang memenuhi ruas jalan dan mulut-mulut persimpangan selama fase merah sangat berpengaruh pada penurunan kinerja persimpangan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu dilakukan rekayasa lalu lintas dengan cara memberikan ruang henti khusus untuk sepeda motor (RHK). Dengan adanya RHK ini diharapkan kinerja persimpangan akan menjadi lebih efektif dan dapat mengurangi penumpukan sepeda motor pada ruas jalan yang tidak teratur. RHK ini merupkan area khusus untuk sepeda motor berhenti pada persimpangan saat fase lampu merah. Adanya RHK sepeda motor mengubah karakteristik simpang bersinyal. Maka dari itu dilakukan analisa terhadap RHK yang telah diterapkan pada sebuah persimpangan. Hasil dari penelitian ini menyarankan bahwa pada persimpangan ini dibutuhkan diterapkannya RHK sepeda motor karena banyaknya proporsi pengguna sepeda motor yang melintasi persimpangan ini agar tidak terlalu banyak yang menumpuk pada pinggir dan mulut persimpangan. Sekarang ini RHK pada persimpangan ini telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Medan, maka dari itu pada penelitian ini akan melakukan analisa terhadap penerapan RHK pada persimpangan Jalan Gatot Subroto – Jalan Iskandar Muda Kota Medan. Hasil Analisa Penerapan Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor pada Persimpangan Jalan Gatot Subroto – Jalan Iskandar Muda Kota Medan ialah Berdasarkan data geometrik dari keempat pendekatan pada persimpangan Jalan Gatot Subroto – Jalan Iskandar Muda terdapat pendekatan memenuhi syarat standar Dinas Departemen Pekerjaan Umum 2012. Lebar Ruang Henti Khusus Di jalan Gatot Subroto pendekatan Timur. 10 x 12 meter sedangkan Ruang Henti Khusus di Jalan Gatot Subroto pendekatan Barat.5 x 10 meter, sedangkan di jalan Iskandar Muda di pendakatan Utara dan Selatan itu Tidak ada tersedia Ruang Henti Khusus. Berdasarkan analisa yang dilakukan, diperoleh perilaku lalu lintas nilai derajat kejenuhan untuk pendekatan barat adalah 1,878 untuk pendekatan timur 2,295. Panjang antrian untuk pendekat barat adalah 97 m; untuk pendekat timur 97 m. Jumlah kendaraan terhenti untuk pendekat barat adalah 355 smp/jam; untuk pendekat timur 342 smp/jam. Tundaan rata-rata diperoleh untuk pendekat barat adalah 157 detik; untuk pendekat timur 169,3 detik. Kata Kunci: Sepeda Motor, Lalu Lintas, Ruang Henti Khusus.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Teknik,Universitas Islam Sumatera Utaraen_US
dc.relation.ispartofseriesUISU250601;71180913048-
dc.subjectSepeda Motor, Lalu Lintas, Ruang Henti Khusus.en_US
dc.titleANALISA PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SEPEDA MOTOR PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL DI PERSIMPANGAN JALAN GATOT SUBROTO – JALAN ISKANDAR MUDA – KOTA MEDAN (STUDI KASUS)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Teknik Sipil

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover,Bibliography.pdfCover,Bibliography1.99 MBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract126.1 kBAdobe PDFView/Open
CHAPER I,II.pdfChapter I,II1.1 MBAdobe PDFView/Open
CHAPTER III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V1.14 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.