Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4920| Title: | KANDUNGAN AIR DAN HARA TANAH DI BAWAH CAMPURAN 2 SPESIES GULMA SEBAGAI TANAMAN PENUTUP TANAH DENGAN FREKUENSI PENYIRAMAN YANG BERBEDA |
| Authors: | Hasbi, Muammar |
| Keywords: | Gulma, Tanah, Penutup Tanah, Monokultur, Campuran |
| Issue Date: | 20-Nov-2025 |
| Publisher: | Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara |
| Series/Report no.: | UISU250540;71210713030 |
| Abstract: | Upaya strategis yang dapat dilakukan untuk mencegah degradasi lahan diantaranya adalah menggunakan penanaman tanaman penutup tanah. Penanaman tanaman penutup tanah (TPT) merupakan alternatif yang layak untuk mengurangi dampak penggunaan lahan intensif dan dapat mendorong perbaikan sifat kimia dan fisik tanah. Dengan adanya tanaman penutup tanah yang dimasukkan ke dalam sistem produksi, maka tanaman penutup tanah akan bertindak sebagai pembenah tanah karena dapat meningkatkan kandungan C-organik tanah. Manfaat TPT diantaranya meningkatkan kesehatan tanah dalam praktek pertanian, tanaman sela untuk pertumbuhan tanaman yang sinergis, dan penanaman pengganti di lahan bera dan tanaman estafet untuk memperluas tutupan tanah guna meminimalkan hilangnya unsur hara dan erosi. Tanaman penutup tanah juga dapat meningkatkan struktur dan kesehatan tanah dengan meningkatkan sifat fisik dan kimia tanah, termasuk konduktivitas hidrolik jenuh (perubahan bersih rata-rata 105,6%), total C-organik (10,1%), dan total N (20,2%), karbon biomassa mikroba (19,5%) dan C-organik partikulat (49,5%). Pemanfaatan gulma sebagai TPT dikonsolidasikan sebagai teknik konservasi tanah dan air secara vegetatif dan merupakan salah satu tindakan yang harus dilakukan pada usaha perkebunan kelapa sawit sesuai dengan prinsip-prinsip yang tertuang di dalam Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gulma sebagai tanaman penutup tanah dapat memperbaiki sifat kimia tanah di perkebunan kelapa swait menghasilkan, serta akan memberikan manfaat seperti konservasi kelembaban tanah yang lebih baik, perlindungan ter-hadap erosi tanah, peningkatan kesuburan tanah secara signifikan dan berkolaborasi dalam pengelolaan hama dan penyakit terpadu. Hasil-hasil penelitian tersebut masih dilakukan terhadap penanaman TPT secara monokultur, sehingga masih harus dilakukan penelitian mengenai perbaikan sifat kimia tanah di bawah TPT yang ditanam secara campuran dengan pemberian air yang terbatas karena perbaikan sifat kimia tanah di bawah penanaman TPT selain dipengaruhi oleh spesies TPT juga dipengaruhi oleh ketersediaan air tanah (curah hujan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan air dan hara tanah di bawah campuran 2 spesies gulma sebagai TPT dengan frekuensi penyiraman yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan mengambil sampel tanah pada masing-masing titik sampling dan dilakukan analisis kimia tanah di laboratorium. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit pada kedalaman 0-20 cm sebelum dan setelah perlakuan penanaman 2 spesies gulma sebagai TPT dan frekuensi penyiraman. Adapun plot percobaan terdiri dari 8 plot percobaan, yaitu (1) frekuensi penyiraman 3 hari sekali dan penanaman Asystasia gangetica secara monokultur (F1G1), (2) frekuensi penyiraman 3 hari sekali dan penanaman Nephrolepis biserrata secara monokultur (F1G2), (3) frekuensi penyiraman 3 hari sekali dan penanaman 60% A. gangetica + 40% N. biserrata (F1G3), (4) frekuensi penyiraman 3 hari sekali dan penanaman 40% A. gangetica + 60% N. biserrata (F1G4), (5) frekuensi penyiraman 6 hari sekali dan penanaman Asystasia gangetica secara monokultur (F2G1), (6) frekuensi penyiraman 6 hari sekali dan penanaman Nephrolepis biserrata secara monokultur (F2G2), (7) frekuensi penyiraman 6 hari sekali dan penanaman 60% A. gangetica + 40% N. biserrata (F2G3), dan (8) frekuensi penyiraman 6 hari sekali dan penanaman 40% A. gangetica + 60% N. biserrata (F2G4). Analisa tanah dilakukan sebelum dan setelah perlakuan dengan mengambil sampel tanah secara komposit pada kedalaman 0-20 cm, selanjutnya dari sampel tanah tersebut dilakukan analisis pH H2O (menggunakan pH meter), C-organik (Metode Walkley & Black), N-total (Metode Kjeldhal), P-tersedia (Metode Bray dengan spektrofotometer), P-total (Ekstrak HCl 25% dengan spektrofotometer), K-tersedia (Metode Bray dengan flamefotometer), dan K-total (Ekstrak HCl 25% dengan flamefotometer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Percobaan frekuensi penyiraman dan penanaman beberapa jenis gulma sebagai TPT yang ditanam secara monokultur dan campuran mampu memperbaiki sifat kimia tanah. Frekuensi penyiraman 3 dan 6 hari sekali dengan penanaman beberapa jenis gulma sebagai TPT mampu meningkatkan pH tanah dari 6,5 menjadi 6,6-7,1, baik TPT yang ditanam secara monokultur maupun campuran. Kandungan C-organik dan N-total tanah juga meningkat dengan adanya frekuensi penyiraman yang berbeda dan penanaman beberapa jenis gulma sebagai TPT yang ditanam secara monokultur dan campuran. Kandungan C-organik tanah meningkat 3,10-10,85%, sedangkan N-total tanah meningkat 5,88-17,65%. Terjadi peningkatan kandungan P-Total tanah yang sangat signifikan, yaitu dari 0,05% sebelum perlakuan menjadi 1052-1414% setelah perlakuan, sedangkan P-tersedia hanya meningkat sebesar 10,84-69,81%. K-total juga terjadi peningkatan yang sangat signifikan, yaitu dari 0,72 ppm menjadi 334 1284 ppm, sedangkan K-tersedia hanya terjadi peningkatan sebesar 11,43-34,29%. Walaupun terjadi penurunan kandungan air tanah dari 30,33% sebelum perlakuan menjadi 24,66-29,80% setelah perlakuan, tetapi perlakuan yang diberikan ternyata mampu menjaga kandungan air tanah tetap berada dalam kisaran optimal, yaitu 15 25%. Kata Kunci : Gulma, Tanah, Penutup Tanah, Monokultur, Campuran |
| URI: | http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4920 |
| Appears in Collections: | Agroteknologi |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover, Bibliography.pdf | Cover, Bibliography | 496.61 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Abstract.pdf | Abstract | 255.49 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter I,II.pdf | Chapter I,II | 306.29 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter III,IV,V.pdf Restricted Access | Chapter III,IV,V | 739.66 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.