Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4916| Title: | PENGARUH SILIKA GRANULAR TERHADAP SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG DAN PRODUKSI TANAMAN PADI INPARI 32 (Oryza sativa L.) |
| Authors: | Sembiring, MHD Arkana Ananta |
| Issue Date: | 20-Nov-2025 |
| Publisher: | Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara |
| Series/Report no.: | UISU250539;71210713006 |
| Abstract: | Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sei Beras Sekata, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara pada bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis silika granular terhadap serangan hama penggerek batang dan produksi tanaman padi varietas Inpari 32. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan lima perlakuan dosis silika granular yaitu A0 = kontrol, A1 = 50 kg/ha, A2 =100 kg/ha, A3 =150 kg/ha, dan A4 =200 kg/ha. Parameter yang diamati mencakup persentase rumpun terserang fase vegetatif dan generatif, persentase anakan dan malai terserang, bobot 1000 butir, produksi per sampel dan per plot, serta biomassa tanaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa serangan penggerek batang pada fase vegetative (gejala beluk) dipengaruhi oleh dosis silika granular baik pada persentase rumpun terserang maupun peresentase anakan terserang. Persentase rumpun terserang pada pengamatan 5 minggu setelah tanam (MST) hingga 10 minggu setelah tanam MST mengalami peningkatan serangan. Pada 10 MST, perlakuan A0 (kontrol) menunjukkan serangan tertinggi yaitu 84,93%, sedangkan pada perlakuan silika berkisar 64,53 %- 75,84%. Persentase anakan pada fase vegetative juga dipengaruhi oleh dosis silika dan terjadi peningkatan persentase serangan dari 5 MST hingga 10 MST. Perlakuan kontrol menunjukkan serangan penggerek batang tertinggi, 24,4 % sedangkan perlakuan silika 16,24 % - 22,93 %. Serangan penggerek batang padi pada fase generatif (gejala beluk) dipengaruhi oleh dosis silika granular pada pengamatan rumpun terserang, namun malai anakan terserang tidak dipengaruhi. Rumpun dan malai terserang mengalami peningkatan serangan dari 11 hingga 13 MST. Pada 13 MST serangan pada rumpun tertinggi pada perlakuan kontrol yaitu 89,03%, sedangkan perlakuan silika granular 71,55 % - 81,58 %. Serangan penggerek batang pada anakan malai terserang 10,88 % - 16,09 %. Parameter bobot 1000 butir, berat gabah per rumpun, berat gabah per plot, dan biomassa tanaman tidak dipengaruhi oleh dosis silika granular. Dengan demikian, penggunaan silika granular terbukti sebagai salah satu strategi pengendalian hama yang ramah lingkungan dan berpotensi mendukung ketahanan pangan. |
| URI: | http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4916 |
| Appears in Collections: | Agroteknologi |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover, Bibliography.pdf | Cover, Bibliography | 921.24 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Abstract.pdf | Abstract | 278.61 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter I,II.pdf | Chapter I,II | 342.54 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter III,IV,V.pdf Restricted Access | Chapter III,IV,V | 630.96 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.