Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4865Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.author | Gulo, Firman Gunawan | - |
| dc.date.accessioned | 2026-01-06T08:37:56Z | - |
| dc.date.available | 2026-01-06T08:37:56Z | - |
| dc.date.issued | 2025-11-20 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4865 | - |
| dc.description.abstract | Pengembangan budidaya tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) sangat erat kaitannya dengan ketersediaan bibit yang berkualitas, untuk mendapatkan bibit yang berkualitas dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit salah satunya adalah kualitas medium tanam sebagai media perkembangan akar dan penyedia unsur hara bagi pertumbuhan dan perkembangan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi biochar tempurung kelapa pada media tanam sub soil terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (E. guineensis Jacq) di Main Nursery. Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk majemuk terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (E. guineensis Jacq) di Main Nursery. Untuk mengetahui interaksi biochar tempurung kelapa dan pupuk majemuk terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (E. guineensis Jacq) di Main Nursery. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatra Utara, yang terletak di Jln. Karya Wisata, Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, dengan ketinggian tempat sekitar 35 mdpl. Penelitian ini berlangsung mulai bulan November 2024 hingga Maret 2025. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah biochar terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk majemuk terdiri dari 3 taraf perlakuan. Dari kedua perlakuan ini diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali. Faktor pertama Pemberian biochar tempurung kelapa yang diaplikasikan pada media tanam dalam polybag ukuran 35 cm x 40 cm dengan persen volume ada 3 taraf, yaitu : B0 : 100% tanah sub soil (10 kg tanah sub soil = 25 cm) (Kontrol), B1 : 80% tanah sub soil + 20% Biochar tempurung kelapa ( 20 cm tanah sub soil + 5 cm Biochar tempurung kelapa = 25 cm), B2 : 60% tanah sub soil + 40% Biochar tempurung kelapa (15 cm tanah sub soil + 10 cm Biochar tempurung kelapa = 25 cm). Biochar tempurung kelapa dicampur rata dengan tanah kemudian dimasukkan lagi di dalam polybag. Faktor 2 Pemberian pupuk majemuk NPK 12:12:17:2 dengan 3 taraf yang ditetapkan berdasarkan presentase standar pemupukan PPKS untuk pembibitan, yaitu M0 : Tanpa pupuk majemuk (Kontrol), M1 : 7,5 g/polybag, M2 : 15 g/polybag. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar tempurung kelapa hanya berpengaruh terhadap jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun bibit kelapa sawit di Main Nursery. Perlakuan terbaik terdapat pada B2 (60% tanah sub soil + 40% Biochar tempurung kelapa). Perlakuan B2 dikatakan perlakuan terbaik karena menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik daripada perlakuan lainnya, mulai dari parameter seperti tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan luas daun. Pemberian pupuk majemuk berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati antara lain seperti tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan luas daun bibit kelapa sawit di Main-Nursery. Perlakuan terbaik terdapat pada M2 (Pupuk Majemuk NPK 12-12-17-2 15 g/polybag). Perlakuan M2 dikatakan perlakuan terbaik karena perlakuan M2 rata-rata menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik daripada perlakuan lainnya. Interaksi dari kedua perlakuan biochar tempurung kelapa dan pupuk majemuk berpengaruh terhadap diameter batang dan jumlah daun. Interaksi perlakuan terbaik terdapat pada B2M2 (60% tanah sub soil + 40% Biochar tempurung kelapa+ Pupuk Majemuk NPK 12-12-17-2 15 g/polybag). Interaksi perlakuan B2M2 dikatakan terbaik karena menghasilkan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang lebih baik daripada interaksi perlakuan lainnya. Kata kunci : media tanam, bibit kelapa sawit, biochar tempurung kelapa, pupuk majemuk | en_US |
| dc.language.iso | other | en_US |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara | en_US |
| dc.relation.ispartofseries | UISU250316;71210713024 | - |
| dc.subject | media tanam, bibit kelapa sawit, biochar tempurung kelapa, pupuk majemuk | en_US |
| dc.title | EFEKTIVITAS APLIKASI BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA PADA MEDIA TANAM SUB SOIL DAN PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI MAIN NURSERY | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| Appears in Collections: | Agroteknologi | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover, Bibliography.pdf | Cover, Bibliography | 1.75 MB | Adobe PDF | View/Open |
| Abstract.pdf | Abstract | 556.16 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter I,II.pdf | Chapter I,II | 603.43 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Chapter III,IV,V.pdf Restricted Access | Chapter III,IV,V | 1.06 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.