Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4803
Title: POTENSI JAMUR Aspergillus flavus SEBAGAI ENTOMOPATOGEN TERHADAP HAMA Spodoptera frugiperda (Lepidoptera, Noctuidae) PADA TANAMAN JAGUNG
Authors: Pratama, Ary Yudha
Keywords: A. flavus, Mortalitas, S. frugiperda
Issue Date: 20-Nov-2025
Publisher: Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara
Series/Report no.: UISU250305;71200713042
Abstract: Spodoptera frugiperda hama penting yang merupakan serangga invasif dan menyerang tanaman jagung. Salah satu alternatif pengendalian yang dapat digunakan yaitu Pengendalian secara hayati dengan memanfaatkan jamur entomopatogen seperti A. flavus. Jamur ini berpotensi menjadi agens hayati dalam mengendalikan populasi S. frugiperda. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan A. flavus jamur entomopatogen agens hayati untuk mengendalikan hama S. frugiperda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, Sumatera Utara, dan dilapangan Desa Sudirejo, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Lokasi pengambilan sampel berada pada koordinat 3,492524° LU dan 98,661841° BT dengan ketinggian ± 26 mdpl. Pada bulan Juli hingga Oktober 2024. Rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non– Faktorial dengan 4 taraf perlakuan yaitu K0 (Tanpa Perlakuan), K1 (Kerapatan jumlah konidia 106/ml). K2 (Kerapatan jumlah konidia 107/ml, K3 (Kerapatan jumlah konidia 108 /ml). Larva S. frugiperda instar 3 sebanyak 10 ekor diletakkan dalam wadah perlakuan, kemudian menggunakan isolat jamur A. flavus. Parameter yang diamati yaitu isolasi jamur entomopatogen, uji patogenesitas, nilai LT50 dan gejala visual larva S. frugiperda. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada eksplorasi jamur entomopatogen hanya menggunakan satu jenis jamur yaitu A. flavus. Secara makroskopis isolat A. flavus. memiliki ciri-ciri bentuk koloni granular dan kompak, warna koloni hijau kekuningan pada umur ± 20 hsi. Pada pengamatan umur mortalitas yang tercepat S. frugiperda yaitu pada 3 hsa pada perlakuan (107) yaitu 1 larva mati dan (108) 2 larva mati. Sedangkan umur mortalitas yang terlama terdapat pada perlakuan kontrol (tanpa perlakuan), yaitu sebanyak 1 larva yang mati pada 12 hsa. Pada pengamatan 14 hsa persentase mortalitas paling tinggi dengan nilai 76% pada perlakuan 108 sedangkan mortalitas yang paling rendah terdapat pada kontrol yaitu 6% dan 106 dengan nilai 50%. Pengamatan nilai letal time (LT50) yang mencapai kematian 50% dengan estimasi waktu tersingkat pada (6.171 hari) diperoleh pada perlakuan K3 dan estimasi waktu terlama pada (8.887 hari) yang diperoleh pada perlakuan K1 untuk mencapai kematian 50%. Kata kunci : A. flavus, Mortalitas, S. frugiperda
URI: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4803
Appears in Collections:Agroteknologi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography2.18 MBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract319.79 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II688.96 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V1.17 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.