Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4274
Title: MAKNA REZEKI DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran Ayat - Ayat Rezeki Dalam Tafsir Al-Misbah)
Authors: LUBIS, RAUDATUL ALIYAH
Keywords: Rezeki dan Tafsir Qurash Shihab
Fortune and Tafsir Qurash Shihab
Issue Date: 4-Feb-2025
Publisher: Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sumatera Utara
Series/Report no.: UISU250197;
Abstract: ABSTRAK Nama : Raudatul Aliyah Lubis, NPM: 71200213014, judul : Makna iv Rezeki Dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Penafsiran Ayat - Ayat Rezeki Dalam Tafsir Al-Misbah) Penafsiran Quraish Shihab terhadap ayat-ayat tersebut di atas dalam kajian konsep rezeki dalam tafsir Al-Misbah. Dalam penafsiran Quraish Shihab bahwa Allah sebagai ar-Razzaq telah melimpahkan dan menjamin rezeki berupa bumi dan langit beserta isinya. Adanya perputaran roda makanan, juga sebagai bentuk bahwa rezeki tidak dapat dipisahkan, sebab setiap makhluk yang mendapatkan rezeki, dapat juga menjadi rezeki yang lain. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas menjadi dasar pemikiran bagi penulis untuk menganalisis permasalahan rezeki melalui penelitian dengan judul : “Makna Rezeki Dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Penafsiran Ayat - Ayat Dalam Tafsir Al-Misbah). Permasalahan dalam penelitian ini adalah makna rezeki di dalam Al-Qur’an, penafsiran ayat-ayat rezeki dalam tafsir Al-Misbah, makna yang terkandung dalam penafsiran ayat-ayat rezeki dalam tafsir Al-Misbah. Metode penelitian ini adalah library Research (Penelitian Kepustakaan) dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini Terdapat makna rezeki menurut Al-Qur’an diantaranya adalah rezeki melalui sumber penghidupan yang ada di dunia, bahwa Allah sudah mengatur rezeki makhluknya, Hendaklah menginfakkan rezeki pada orang lain, Yasin (47), Allah lah yang menurunkan rezeki dari langit berupa hujan dan sebagainya melalui pertanian, tumb uh-tumbuhan dan ternak maka hendaklah yakin adanya hari pembalasan dan pembagian rezeki (Adz-Zariyat 22-23), hendaklah menginfakkan atau mensedekahkan rezeki yang telah diberikan Allah SWT (Al-Baqarah 254), Penafsiran ayat-ayat rezeki dalam tafsir Al-Misbah Konsep rezeki menurut M. Quraish Shihab dalam karya tafsirnya AlMisbah memiliki poin pokok sebagai berikut: a. Kata rizq digunakan sebagai pelengkap kata berikutnya, seperti lahu/ Kami rezekikan kepada kalian, jaminan untuk dabbah, untuk menyifati sifat Allah yang ar-Razzaq dan Raziqin, pernyataan bahwa Allah pemberi rezeki, sebagai limpahan dari langit. (Qs. Hud ayat 6, Qs. Al-‘Ankabut ayat 61-62, An-Nur ayat 26, Qs. Az-Zariyat ayat 22- 23, Qs. Al-Baqarah ayat 22, Qs. At-Talaq ayat 2-3, Qs. At-Talaq ayat 11). Makna yang terkandung dalam penafsiran ayat-ayat rezeki dalam tafsir Al-Misbah adalah Material dan spiritual pada pengertian rezeki yang dibawa oleh M. Quraish Shihab diatas, akan diklasifikaskan menjadi 4. Hal ini mengacu pada pendapat dari Syekh Prof. Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi yang mengatakan bahwa: “Harta adalah rezeki yang paling rendah. Kesehatan adalah rezeki yang paling tinggi. Anak yang shalih adalah rezeki yang paling utama. Sedangkan ridho Allah adalah rezeki yang paling sempurna. Kata Kunci : Rezeki dan Tafsir Qurash Shihab
URI: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4274
Appears in Collections:Ilmu Al-Quran & Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography.pdf422.74 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract.pdf171.43 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I, II.pdfChapter I, II.pdf586.98 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III, IV, V.pdf
  Restricted Access
Chapter III, IV, V.pdf416.86 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.