Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/3940
Title: PENGARUH CSR (Corporate Social Responsibility) DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN (Studi Kasus: di PTPN II Sebelum Merger Regional 1 Support Inc Periode 2019-2021)
Authors: PRATHAMA, ADITYA
Keywords: CSR, SIZE, Kinerja Keuangan, PTPN II, Sebelum Merger Regional 1 Support Inc
CSR, SIZE, Financial Performance, PTPN II, Before the Regional Merger 1 Support Inc
Issue Date: 30-Jan-2025
Series/Report no.: 250059;71220712038
Abstract: ABSTRAK ADITYA PRATHAMA, NPM : 71220712038. Pengaruh CSR (Corporate Social Responsibility) dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Kasus:di PTPN II Sebelum Merger Regional 1 Support Inc Periode 2019-2021). Dibawah bimbingan Bapak Dr. Mhd. Ilham Riyadh, SP.M.Si sebagai ketua komisi pembimbing dan Ibu Hj. Henny Pratiwi S.P M.M sebagai anggota komisi pembimbing. CSR adalah suatu proses dengan tujuan untuk memikul tanggung jawab atas tindakan perusahaan dan mendorong dampak positif melalui kegiatannya terhadap lingkungan, konsumen, karyawan, masyarakat, pemangku kepentingan, dan semua anggota ruang publik lainnya yang juga dapat dianggap sebagai pemangku kepentingan. Corporate social responsibility merupakan komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk kontribusi dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan menitikberatkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) terbagi ke dalam beberapa jenis kegiatan, baik itu yang bersifat pengembangan kapasitas karyawan, stakeholders perusahaan, bahkan sampai ke lingkup luar perusahaan seperti pengembangan masyarakat. Tidak hanya terkait siapa yang akan menjadi target dari kegiatan CSR ini, umumnya perusahaan menjalankan CSR tidak terkait dengan produk yang mereka hasilkan karena memang tujuannya adalah untuk pengembangan berkelanjutan baik untuk lingkup internal maupun eksternal. Kegiatan CSR pada umumnya terbagi ke dalam tiga bentuk kategori. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi. Uji asumsi klasik digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinieritas dalam hal estimasi karena bila terjadi penyimpangan terhadap asumsi klasik tersebut maka uji t dan uji F yang dilakukan sebelumnya tidak valid dan secara statistik dapat mengacaukan kesimpulan yang diperoleh. Uji Statistik digunakan untuk merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasikan data. Uji statistik ini terdiri dari uji t, uji F, dan uji R2 . Hasil penelitian menunjukan bahwa CSR berpengaruh signifikan serta memiliki hubungan positif terhadap kinerja keuangan yang diukur melalui ROA dan ROE. Dimana hasil pengujian menunjukkan setiap kenaikan pengungkapan kegiatan CSR 1% akan meningkatkan ROA sebesar 12,7%. Sementara setiap kenaikan pengungkapan CSR 1% akan meningkatkan nilai ROE sebesar 45,3%. Pengaruh ini memang tidak terlalu besar oleh karenanya perlu menggunakan lebih banyak variabel sehingga diharapkan pengaruh CSR terhadap kinerja akan memiliki nilai yang lebih besar. bahwa PTPN II memiliki kecenderungan nilai ROA yang lebih kecil dari nilai ROE. Pada tahun 2019 PTPN II memiliki nilai ROA sebesar -0,01%, angka ini menujukkan bahwa perusahaan belum mampu menghasilkan laba bersih yang nilainya diatas -0,01 persen dari total asetnya. Untuk dua tahun berikutnya nilai ROA PTPN II sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian untuk tahun 2021 terjadi kenaikan yang signifikansi yang cukup besar dimana nilai ROA PTPN II sebesar 0,09%. pada tahun 2019 dan 2021 nilai ROE mengalami peningkatan yang cukup drastis, namun hal ini sebenarnya disebabkan oleh salah satu lingkup dari perkebunan dari PTPN II yang belum optimal yang mengakibatkan nilai ROE terperosok turun cukup jauh. PTPN II memiliki nilai NOPAT yang kecil. Tahun 2019-2021 nilai rata-rata NOPAT PTPN II mencapai diatas -200 miliar rupiah namun akhirnya mengalami penurunan hampir 25% menjadi -181 miliar rupiah di tahun 2021. SIZE atau ukuran perusahaan terbukti mampu memberikan pengaruh terhadap kinerja keuangan. Namun berkorelasi negatif jika pengukuran kinerja menggunakan ROA dan ROE sementara berkorelasi positif jika penggkuran dengan menggunakan NOPAT. Kata Kunci : CSR, SIZE, Kinerja Keuangan, PTPN II, Sebelum Merger Regional 1 Support Inc
URI: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/3940
Appears in Collections:Agribisnis

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography.pdf2.26 MBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract.pdf154.35 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II.pdf436.23 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V.pdf587.22 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.