Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/361
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorIRWANSYAH, DENI-
dc.date.accessioned2021-01-13T02:53:23Z-
dc.date.available2021-01-13T02:53:23Z-
dc.date.issued2021-01-13-
dc.identifier.urihttp://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/361-
dc.description.abstractPenelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan FakultasPertanian UISU, yang bertempat di Jalan Karya WisataGedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Madya, Medan. Dengan ketinggian tempat ± 25 Meter diatas permukaan laut dengan topografi datar.Sawi manis (Brasicca juncea L) merupakan salah satu sayuran komoditi hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukup baik. Tanaman sawi termasuk tanaman yang sangat penting bagi manusia, karena selain dapat menambah kebutuh gizi, tanaman sawi juga dapat menambah pendapat masyarakat petani. Kelebihan lainnya, tanaman sawi mampu tumbuh baik di daratan rendah maupun tinggi. Dengan demikian kebutuhan konsumsi sawi Indonesia sebagian besar telah dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari metode rekayasa pembuatan produk nutrisi hidroponik (PNH) dari bahan baku, serta pengaruh produk nutrisi hidroponik yang dihasilkan terhadap tanaman sawi, mempelajari keseimbangan komposisi nutrisi tanaman sawi baik itu mikro maupun makro, mendapatkan produk nutrisi hidroponik yang sesuai untuk tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkpap (RAL) nonfaktorial. Perlakuan yang diujikan terdiri atas PNH P1 509,37 ml/15 l air, PNH P2 879,39 ml/15 l air, PNH P3 1249,09 ml/15 l air, PNH P41619,42 ml/15 l air. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah klorofil daun, lebar daun, komposisi daun (daun kecil, daun besar), kadar air daun (berat segar, berat kering). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PNH berpengaruh nyata meningkatkan semua parameter pengamatan. Dosis rekomendasi pada tanaman ditentukan pada komposisi unsur hara makro dan mikro yang merujuk pada jumlah dan dosis yang diberikan untuk sayuran, unsur hara makro harus lebih banyak karena memang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak. Jumlah unsur hara mikro cenderung lebih sedikit, meski demikian masing-masing unsur tersebut berperan penting dalam pertumbuhan sayuran. Perlakuan beberapa formulasi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah klorofil daun, lebar daun, daun kecil, daun besar, berat segar, berat kering.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utaraen_US
dc.relation.ispartofseriesUISU200013;-
dc.titleFORMULASIPRODUKNUTRISIHIDROPONIK DAN UJI EFEKTIFITASNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN SAWI (Brasicca juncea L) PADAHIDROPONIKen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Agroteknologi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography2.54 MBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract99.32 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapter I95.78 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II, III, IV, V.pdf
  Restricted Access
Chapter II, III, IV, V570.06 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.