Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/2665
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSARAGIH, FRANDA WIJAYA-
dc.date.accessioned2023-11-10T02:27:13Z-
dc.date.available2023-11-10T02:27:13Z-
dc.date.issued2023-11-09-
dc.identifier.urihttp://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/2665-
dc.description.abstractABSTRAK Sejak beberapa tahun terakhir, overkapasitas Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia merupakan permasalahan yang masih sulit diatasi. Selama ini, peningkatan jumlah penghuni tidak diikuti oleh penambahan ruang dan daya tampung hunian pada Lembaga Pemasyarakatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengalisa dampak overkapasitas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tebing Tinggi Metode Penelitian dalam penulisan Tesis ini menggunakan jenis penelitian hukum normative yang didukung jenis penelitian hukum empiris. Penelitian hukum normatif adalah penelitian kepustakaan untuk mengumpulkan data-data dari referensi bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan sedangkan Penelitian empiris adalah penelitian lapangan yakni di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tebing Tinggi.. Penelitian lapangan ini diperlukan untuk mengumpulkan data-data secara langsung terhadap objek dan subjek yang dimaksud dalam penelitian ini. Dampak kelebihan kapasitas Lembaga Pemasyarakatan sebagai faktor kriminogenik yakni berdampak pada sisi keamanan dimana keadaan tersebut mengakibatkan sulitnya para warga binaan pemasyarakatan untuk beristirahat dan beraktifitas sehingga mengakibatkan terganggunya hak-hak warga binaan. Juga pada sisi kesehatan, dimana para warga binaan pemasyarakatanseharusnya memiliki hak untuk mendapatan pemeriksaan kesehatan namun dikarenakan jumlah tenaga medis yang tidak sebanding dengan jumlah warga binaan pemasyarakatan maka hak tersebut menjadi tidak terlaksana, kemudian hak untuk menyampaikan keluhan pun terganggu dikarenakan banyaknya narapidana yang menyampaikan keluhan, serta kemungkinan untuk mendapatkan air bersih pun menjadi terganggu karena banyaknya warga binaan pemasyarakatan. Adanya strategi kebijakan di lembaga pemasyarakatan untuk membantu rehabilitasi narapidana untuk menyiapkan proses resosialisasi dengan mengupayakan kegiatan- kegiatan positif yang dapat membantu narapidana tersebut. Adanya upaya memperkuat program pembinaan mempercepat reintegrasi narapidana untuk mengurangi kepadatan narapidana di lembaga pemasyarakatan dengan melahirkan kebijakan yang fleksibel sehingga permasalahan kepadatan narapidana akan teratasi dengan pengurangan masa menjalani pidana dengan melakukan pekerjaan yang baik Kata kunci: Lapas, Overkapasitasen_US
dc.publisherFakultas Magister Hukum, Universitas Islam Sumatera Utaraen_US
dc.relation.ispartofseriesUISU230951;71200123142-
dc.subjectLapas, Overkapasitasen_US
dc.titleDAMPAK OVER KAPASITAS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B TEBING TINGGIen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Magister Hukum

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover,Bibliography.pdfCover, Bibliography362.03 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract193.51 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I,II.pdfChapter I,II596.64 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III,IV,V.pdf
  Restricted Access
Chapter III,IV,V516.38 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.