<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/53</link>
    <description />
    <pubDate>Sun, 03 May 2026 18:07:20 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-05-03T18:07:20Z</dc:date>
    <item>
      <title>PENGARUH JUMLAH RAGI DAN LAMA FERMENTASI PADA PEMBUATAN TAPE SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench)</title>
      <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4981</link>
      <description>Title: PENGARUH JUMLAH RAGI DAN LAMA FERMENTASI PADA PEMBUATAN TAPE SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench)
Authors: Anisa, Rika
Abstract: Sorgum merupakan komoditas yang berpeluang untuk dikembangkan sebagai&#xD;
penganti beras. Sorgum merupakan bahan pangan pokok di beberapa negara Sub tropis di&#xD;
Asia maupun Afrika dan merupakan andalan sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan&#xD;
mineral jutaan penduduk marginal di wilayah tersebut Sekitar 10-15%, biji sorgum juga&#xD;
mengandung beberapa zat gizi seperti vitamin B1, zat besi, kalsium, fosfor, karbohidrat,&#xD;
dan serat yang tinggi. Selain memiliki serat yang tinggi, sorgum juga memiliki indeks&#xD;
glikemik rendah (&lt;50) yang baik untuk penderita diabetes mellitus karna mampu&#xD;
mencegah peningkatan gula darah.Ragi tape merupakan campuran yang terdiri dari&#xD;
spesies-spesies genus Aspergilus, Saccharomyces,Candida, Hansenulla, dan bakteri&#xD;
Acetobacter. Ragi tape digunakan untuk membuat produk fermentasi seperti tape ketan&#xD;
dan tape singkong. Ragi tape berasal dari tepung beras yang dicampurkan dengan bahan&#xD;
bahan lain sehingga dapat membantu dalam proses fepmentasi maka menghasilkan&#xD;
sejumlah besar asam laktat yang akan menurunkan nilai pH sehingga menimbulkan asam.&#xD;
Fermentasi adalah teknik penyimpanan makanan lama yang dapat ditemukan&#xD;
diseluruh dunia. Prosedur fermentasi juga terbukti menghilangkan komponen yang tidak&#xD;
diinginkan, meningkatkan kandungan nutrisi, rasa dan cita rasa makanan, dan membuat&#xD;
peroduk aman dari mikroba pathogen. Fermentasi juga merupakan teknik yang paling&#xD;
hemat biaya untuk memproduksi dan menyimpan makanan. Mikroorganisme mengubah&#xD;
bahan baku menjadi makanan yang menarik dengan masa simpan dan perlindungan yang&#xD;
lebih baik, baik secara biokimia (nutrisi) dan organoleptik (rasa, tekstur, aroma dan&#xD;
penampilan visual). Bakteri yang berperan dalam fermentasi ialah Acetobacter, bakteri&#xD;
ini menghasilkan asam asetat, asam pruvat, dan asam laktat yang membuat tape memiliki&#xD;
citarasa yang khas.&#xD;
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian UISU. Model&#xD;
rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)&#xD;
faktorial yang terdiri atas dua faktor utama yaitu : Faktor I: Pemberian ragi (P) yang&#xD;
terdiri atas 4 taraf yaitu : P1= 0,75 gram, P=2 gram, P3= 1,25 gram, P4= 1,50 gram.&#xD;
Faktor II: Lama fermentasi (T) yang terdiri atas 4 taraf yaitu : T1= 2 hari, T2= 3 hari,&#xD;
T3= 4 hari, T4= 5 hari. Parameter yang diamati terdiri dari kadar air, pH, organoleptik&#xD;
rasa, organoleptik aroma, organoleptik tekstur, dan TSS. Hasil penelitian : kadar pH&#xD;
tertinggi 4,64 diperoleh dari kombinasi perlakuan (P4T4), organoleptik rasa tertinggi 3,70&#xD;
diperoleg dari kombinasi perlakuan (P3T1), organoleptik aroma tertinggi 3,85 diperoleh&#xD;
dari kombinasi perlakuan (P3T4), organoleptik tekstur tertinggi 4,60 diperoleh pada&#xD;
kombinasi perlakuan (P4T4), kadar TSS tertinggi 24,00 diperoleh pada kombinasi&#xD;
perlakuan (P1T1).&#xD;
Kata Kunci : Sorgum,Jumlah ragi, Lama fermentasi, Tape</description>
      <pubDate>Thu, 20 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4981</guid>
      <dc:date>2025-11-20T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>STUDI PEMBUATAN ABON KULIT PISANG DARI BEBERAPA JENIS PISANG DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS ABON</title>
      <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4977</link>
      <description>Title: STUDI PEMBUATAN ABON KULIT PISANG DARI BEBERAPA JENIS PISANG DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS ABON
Authors: Sahrani, Putri
Abstract: Kulit pisang mengandung sejumlah besar serat, vitamin, dan mineral yang&#xD;
bermanfaat bagi tubuh, Salah satu produk olahan yang dapat dihasilkan dari kulit&#xD;
pisang adalah abon kulit pisang. Abon kulit pisang merupakan salah satu bentuk&#xD;
inovasi dalam pengolahan kulit pisang yang dapat meningkatkan nilai tambah dari&#xD;
limbah buah tersebut. Selain itu, abon kulit pisang memiliki potensi untuk menjadi&#xD;
alternatif pangan yang bergizi dan ramah lingkungan, mengingat bahan bakunya&#xD;
berasal dari sumber daya yang biasanya terbuang.&#xD;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial&#xD;
dengan dua faktor: Faktor I: Jenis kulit pisang (250 gr): K1: Kulit pisang kepok&#xD;
K2: Kulit pisang raja K3: Kulit pisang barangan Faktor II: Suhu pengeringan (8&#xD;
jam) :S1: 60º C S2: 65º C S3: 70º C.&#xD;
Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak,&#xD;
organoleptik tekstur, organoleptik rasa, dan organoleptik aroma. Hasil penelitian&#xD;
menunjukkan bahwa jenis kulit pisang berpengaruh berbeda sangat nyata (P&gt;0.01)&#xD;
terhadap kadar abu, kadar lemak dan organoleptik tekstur namun berpengaruh&#xD;
tidak nyata (P&lt;0.05) terhadap kadar air, organoleptic rasa dan aroma. Suhu&#xD;
pengeringan berpengaruh berbeda sangat nyata (P&gt;0.01) terhadap kadar air, kadar&#xD;
abu, kadar lemak, organoleptik tesktur, organoleptik rasa, organoleptik aroma.&#xD;
Interaksi perlakuan berpengaruh berbeda sangat nyata (P&gt;0.01) terhadap kadar&#xD;
lemak dan organoleptik rasa namun berpengaruh tidak nyata (P&lt;0.05) terhadap&#xD;
kadar air, kadar abu, organoleptik tekstur dan organoleptik aroma.</description>
      <pubDate>Thu, 20 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4977</guid>
      <dc:date>2025-11-20T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>UJI KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI  FORMULASI SNACK BAR TEPUNG EDAMAME  DAN TEPUNG DAUN KELOR</title>
      <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4960</link>
      <description>Title: UJI KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI  FORMULASI SNACK BAR TEPUNG EDAMAME  DAN TEPUNG DAUN KELOR
Authors: Gultom, Axel Anggie Riani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik fisikokimia dan sensori &#xD;
snack bar berbasis tepung edamame dan tepung daun kelor. Penelitian ini dilakukan &#xD;
di laboratorium Fakultas Pertanian  UISU, model rancangan yang digunakan adalah &#xD;
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang  terdiri dari dua faktor utama yaitu &#xD;
jumlah tepung edamame (E1=100%, E2=90%, E3=80%, dan E4=70%) serta tepung &#xD;
daun kelor (K1=0%, K2=10%, K3=20%, dan K4=30%). &#xD;
Parameter yang diamati meliputi  kadar air, kadar abu, protein, organoleptik &#xD;
warna, dan organoleptik rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan &#xD;
tepung daun kelor meningkatkan kadar abu namun menurunkan kadar air, kadar &#xD;
protein, organoleptik rasa dan warna. Formulasi terbaik diperoleh pada kombinasi &#xD;
tepung edamame 90% dan tepung daun kelor 10% yang memiliki keseimbangan &#xD;
antara kualitas nutrisi dan tingkat kesukaan panelis &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tepung edamame berpengaruh &#xD;
berbeda  sangat nyata (P&gt;0.01) terhadap kadar air, protein, organoleptik rasa dan &#xD;
warna. Namun berpengaruh tidak nyata (P&lt;0.05) pada kadar abu. Pengaruh tepung &#xD;
edamame berpengaruh berbeda sangat nyata (P&gt;0.01) pada kadar air, kadar abu, &#xD;
kadar protein, organoleptik rasa, dan organoleptik warna  &#xD;
Kata kunci : Snack Bar, Tepung Edamame, Tepung Daun Kelor.</description>
      <pubDate>Thu, 20 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4960</guid>
      <dc:date>2025-11-20T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>PENGARUH JUMLAH RAGI DAN LAMA FERMENTASI ONGGOK  TAPIOKA TERHADAP NILAI NUTRISI PAKAN TERNAK</title>
      <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4065</link>
      <description>Title: PENGARUH JUMLAH RAGI DAN LAMA FERMENTASI ONGGOK  TAPIOKA TERHADAP NILAI NUTRISI PAKAN TERNAK
Authors: AWAN, JENDRI
Abstract: RINGKASAN&#xD;
Indonesia merupakan negara agraris dimana sebagian besar penduduk &#xD;
Indonesia bekerja di sektor pertanian atau bermata pencaharian sebagai petani, &#xD;
peternak, dan nelayan. Terutama di dukung oleh iklim tropis, curah hujan yang &#xD;
tinggi, dan kesuburan tanahnya. Salah satunya, tanaman jenis palawija yang &#xD;
memiliki sumber karbohidrat terbesar. Jenis palawija yang menjadi sumber &#xD;
karbohidrat terbesar adalah singkong/ubi kayu. Ubi kayu banyak di manfaatkan &#xD;
sebagai bahan pangan sumber karbohidrat 54,2%, tepung tapioka 19,70%, pakan &#xD;
ternak 1,80%, non pangan 8,50%, dan diekspor 15,80%. &#xD;
Onggok tapioka merupakan limbah dari industri tapioka dengan bentuk &#xD;
padatan yang diperoleh dari proses penyaringan ubi kayu setelah proses pemarutan. &#xD;
Pada proses penyaringan diperoleh suspensi pati sebagai filtratnya dan ampas yang &#xD;
tertinggal sebagai onggok tapioka. Komponen penting yang ada pada onggok &#xD;
tapioka adalah pati dan serat kasar. &#xD;
Pakan adalah komponen terbesar dari biaya produksi secara intensif biaya &#xD;
pakan mencapai sekitar dari total biaya produksi. Umumnya bahan pakan berasal &#xD;
dari tanaman yang kurang dikenal, limbah pertanian dan limbah produk peternakan &#xD;
ataupun industri. &#xD;
Fermentasi sebagai cara untuk meningkatkan kualitas onggok tapioka adalah &#xD;
terjadinya detoksifikasi pada zat antinutrisi dalam substrat, terjadinya peningkatan &#xD;
aroma,rasa, tekstur, dan untuk peningkatan daya simpan pakan. Penghidrolisisan &#xD;
substrat dilakukan oleh mikroorganisme yang menghasilkan enzim. &#xD;
Mikroorganisme salah satunya kapang. Kapang dapat memproduksi enzim amilase, &#xD;
pektinase, protease, dan lipase. Dan mendukung kapang untuk tumbuh pada bahan &#xD;
yang mengandung pati, pektin, dan lipid.&#xD;
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian UISU. &#xD;
Penelitian ini menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang &#xD;
terdiri atas dua faktor utama yaitu, Fakto I : Jumlah Ragi Tempe (A) terdiri atas 3 &#xD;
taraf . A1 = 0,5%, A2 = 1%, dan A3 = 1,5%. Faktor II : Lama Fermentasi (T) yang &#xD;
terdiri atas 4 taraf. T1 = 2 hari, T2 = 4 hari, T3 = 6 hari, dan T4 = 8 hari. Untuk &#xD;
parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu, Kadar Air, TSS, pH, Yield, dan &#xD;
Kadar Protein. &#xD;
Jumlah ragi tempe berpengaruh berbeda sangat nyata (P&gt;0,01) terhadap &#xD;
Kadar Protein dan TSS, serta berpengaruh berbeda tidak nyata (P&lt;0,05) terhadap &#xD;
Kadar Air, pH, dan yield. Lama fermentasi berpengaruh berbeda sangat nyata &#xD;
(P&gt;0,01) terhadap Kadar Air, TSS, pH, dan Kadar Protein. Interaksi perlakuan &#xD;
berpengaruh berbeda sangat nyata (P&gt;0,01) terhadap Kadar Protein. &#xD;
Kata Kunci : Onggok, Pakan, Fermentasi, Ragi Tempe, Lama Fermentasi</description>
      <pubDate>Mon, 03 Feb 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4065</guid>
      <dc:date>2025-02-03T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

