<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/60">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/60</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5329" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5318" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5305" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5293" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-22T19:00:58Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5329">
    <title>GAMBARAN HASIL BIOPSI ASPIRASI JARUM HALUS BENJOLAN PADA  AREA LEHER DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN DARI TAHUN 2021-2023</title>
    <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5329</link>
    <description>Title: GAMBARAN HASIL BIOPSI ASPIRASI JARUM HALUS BENJOLAN PADA  AREA LEHER DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN DARI TAHUN 2021-2023
Authors: DZAKIAH, WILDA MARWIAH
Abstract: Latar Belakang: Benjolan atau massa pada leher merupakan salah satu masalah &#xD;
kesehatan global. Benjolan leher dapat ditemukan di semua kelompok umur, dari &#xD;
anak-anak hingga orang dewasa. Pemeriksaan patologi yang paling &#xD;
direkomendasikan untuk diagnostik dengan komplikasi minim yaitu pemeriksaan &#xD;
Biopsi Aspirasi Jarum Halus, atau dikenal dengan FNAB (Fine Needle Aspiration &#xD;
Biopsy), pemeriksaan yang sederhana, akurat, dapat dijadikan pemeriksaan pra bedah.&#xD;
Tujuan: Mengetahui distribusi frekuensi hasil biopsi aspirasi jarum halus benjolan &#xD;
pada area leher pada pasien RSUD Dr. Pirngadi Medan dari tahun 2021-2023.&#xD;
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total &#xD;
sampling yang artinya semua kasus pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus &#xD;
benjolan pada area leher yang tercatat pada rekam medik di RSUD Dr. Pirngadi &#xD;
Medan dari tahun awal Januari tahun 2021-Desember 2023.&#xD;
Hasil: Dari 123 data rekam medik di RSUD Dr. Pirngadi Medan, hasil penelitian &#xD;
ini didapatkan kasus benjolan di leher paling banyak terjadi pada usia &gt; 35 tahun &#xD;
yaitu kasus 83 kasus (67%) dan lebih banyak pada laki-laki yaitu 72 kasus (59%). &#xD;
Benjolan pada leher yang paling banyak berasal dari kelenjar getah bening yaitu &#xD;
sebanyak 76 kasus (62%), kemudian kelejar liur 32 kasus (26%), jaringan lunak 8 &#xD;
kasus (6%), Kelenjar tiroid 7 kasus 5(%). Jenis benjolan banyak bersifat jinak yaitu &#xD;
91 kasus (74%) sedangkan ganas 32 kasus (26%). Jenis diagnosa stitopatologi &#xD;
paling banyak yaitu limfadenitis TB yaitu sebanyak 25 kasus (20%).&#xD;
Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa benjolan paling banyak &#xD;
terjadi dari kelenjar getah bening dengan diagnosa jenis sitopatologi terbanyak &#xD;
adalah limfadenitis TB (tuberkulosis).&#xD;
Kata Kunci: Biopsi Aspirasi Jarum Halus, diagnosa jenis sitopatologi, benjolan di &#xD;
leher</description>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5318">
    <title>ETIKA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP  KINERJAMAHASISWA PROFESIDOKTERDI RUMAH SAKITUMUM DAERAH DR. PIRNGADI MEDAN</title>
    <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5318</link>
    <description>Title: ETIKA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP  KINERJAMAHASISWA PROFESIDOKTERDI RUMAH SAKITUMUM DAERAH DR. PIRNGADI MEDAN
Authors: SALSABILA, VIOLA
Abstract: Latar Belakang : Etika Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan kinerja &#xD;
mahasiswa profesi dokter bersifat fundamental karena pemahaman dan penerapan &#xD;
prinsip-prinsip K3 secara etis akan berdampak langsung pada kualitas layanan dan &#xD;
keselamatan pasien yang mereka tangani di masa depan.&#xD;
Tujuan : untuk mengetahui etika keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja &#xD;
mahasiswa profesi dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan.&#xD;
Metode : Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik. Desain penelitian ini &#xD;
adalah cross sectional yang berarti objek penelitian akan diobservasi hanya satu kalisaja dan pengukuran variabel akan dilakukan pada saat pemeriksaan dengan tujuan untuk mengetahui Etika Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja &#xD;
Mahasiswa Profesi Dokter.&#xD;
Hasil : Hasil penelitian didapatkan responden terbanyak pada kategori usia &lt;25 &#xD;
tahun sebanyak 69 responden (95%), kategori pendidikan terakhir SMA sebanyak &#xD;
49 responden (67%), lama pendidikan mahasiswa profesi dokter pada rentang &#xD;
pendidikan 6 bulan - 1 tahun sebanyak 62 responden (85%), berdasarkan &#xD;
karakteristik responden tentang etika keselamatan dan kesehatan kerja terbanyak &#xD;
adalah 28 responden (38,4%) tergolong baik, Berdasarkan karakteristik responden &#xD;
tentang kinerja mahasiswa profesi dokter terbanyak adalah 34 responden (46,6%) &#xD;
tergolong baik. Dari hasil bivariat di uji Chi Square antara etika keselamatan dan &#xD;
kesehatan kerja terhadap kinerja mahasiswa profesi dokter di Rumah Sakit Umum &#xD;
Daerah Dr. Pirngadi Medan yang didapatkan nilai signifikan (p) 0,04. yang artinya &#xD;
lebih kecil dari = 0,05. &#xD;
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara etika keselamatan dan kesehatan kerja &#xD;
terhadap kinerja mahasiswa profesi dokter di Rumah Sakit Umum Daerah DR. &#xD;
Pirngadi Medan&#xD;
Kata kunci : Etika K3, Kinerja Mahasiswa Profesi Dokter, Keselamatan dan &#xD;
Kesehatan Kerja (K3)</description>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5305">
    <title>EFEKTIVITAS LARUTAN SERBUK DAUN KRATOM (Mitragyna  speciose Korth) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) YANG  DIINDUKSI STRES</title>
    <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5305</link>
    <description>Title: EFEKTIVITAS LARUTAN SERBUK DAUN KRATOM (Mitragyna  speciose Korth) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) YANG  DIINDUKSI STRES
Authors: RADHIKA, VAISHLY
Abstract: Latarbelakang: Stres merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi &#xD;
tinggi di Indonesia. Daun kratom (Mitragyna speciosa) telah digunakan secara &#xD;
tradisional oleh masyarakat untuk mengatasi stres, namun bukti ilmiah mengenai &#xD;
efektivitasnya masih terbatas.&#xD;
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas larutan serbuk daun &#xD;
kratom (Mitragyna speciosa Korth) terhadap penurunan gejala stres pada mencit &#xD;
jantan (Mus musculus) yang diinduksi stres.&#xD;
Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental murni (True Experimental &#xD;
Design) menggunakan 24 ekor mencit jantan yang dibagi secara acak ke dalam &#xD;
empat kelompok: Kontrol Negatif (KN), Kontrol Positif (KP, diinduksi stres), &#xD;
Perlakuan 1 (P1, diinduksi stres + kratom dosis 78 mg/kgBB), dan Perlakuan 2 (P2, &#xD;
diinduksi stres + kratom dosis 156 mg/kgBB). Stres diinisiasi menggunakan Tail &#xD;
Suspension Test (TST) , dan tingkat stres dievaluasi dengan Elevated Plus Maze&#xD;
(EPM) test. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA karena terdistribusi normal &#xD;
(Uji Saphiro-Wilk, p &gt; 0,05).&#xD;
Hasil: Kelompok P1 (dosis 78 mg) menunjukkan tingkat stres paling rendah, yang &#xD;
terindikasi dari durasi terlama di lengan terbuka (97 ± 56,32 detik) dan selisih waktu &#xD;
terkecil antara lengan tertutup-terbuka (60,17 ± 119,38 detik). Sebaliknya, &#xD;
kelompok Kontrol Positif menunjukkan tingkat stres tertinggi. Meskipun demikian, &#xD;
hasil uji ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik &#xD;
di antara semua kelompok perlakuan untuk seluruh variabel yang diukur (p &gt; 0,05).&#xD;
Kesimpulan: Pemberian larutan serbuk daun kratom, khususnya pada dosis 78 &#xD;
mg/kgBB, menunjukkan kecenderungan dalam menurunkan perilaku terkait stres &#xD;
pada mencit, namun efektivitasnya tidak signifikan secara statistik.&#xD;
Kata Kunci: Stres, Kratom, Mitragyna speciosa, Mencit, Mus musculus, Elevated &#xD;
Plus Maze</description>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5293">
    <title>FAKTOR RESIKO TERJADINYA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS DESA OFA PADANG MAHONDANG</title>
    <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5293</link>
    <description>Title: FAKTOR RESIKO TERJADINYA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS DESA OFA PADANG MAHONDANG
Authors: ZAHIRA A, T. RARA
Abstract: Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru merupakan masalah kesehatan global &#xD;
yang serius dan menempati urutan kedua setelah COVID-19 sebagai penyebab &#xD;
kematian akibat infeksi di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh &#xD;
Mycobacterium tuberculosis dan dapat menular melalui udara. UPTD Puskesmas &#xD;
Ofa Padang Mahondang merupakan salah satu puskesmas rawat inap yang berada &#xD;
di Kabupaten Asahan dan menduduki peringkat keempat di Sumatera Utara dalam &#xD;
hal jumlah penderita TB terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis &#xD;
faktor risiko TB paru di Puskesmas Pedesaan Ofa Padang Mahondang, dengan &#xD;
fokus pada indeks massa tubuh (IMT) dan riwayat merokok.&#xD;
Tujuan: Menganalisis faktor resiko (IMT dan Riwayat Merokok) dengan terjadinya &#xD;
tuberkulosis paru di Puskesmas Desa Ofa Padang Mahondang&#xD;
Metode: Metode analisis observasional desain cross-sectional. Sebanyak 50 pasien &#xD;
tuberkulosis paru yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui rekam &#xD;
medis, dan uji chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel &#xD;
independen dan dependen.&#xD;
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 50 pasien, 25 orang didiagnosis &#xD;
menderita tuberkulosis paru, 64% di antaranya memiliki indeks massa tubuh (IMT) &#xD;
normal dan 58% di antaranya memiliki riwayat merokok. Analisis bivariat &#xD;
menunjukkan adanya hubungan antara IMT dengan kejadian tuberkulosis paru &#xD;
(p=0,018), dan risiko tuberkulosis paru pada pasien dengan IMT abnormal adalah &#xD;
0,23 kali lipat dari pasien dengan IMT normal. Selain itu, riwayat merokok juga &#xD;
berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,045), dan risiko tuberkulosis &#xD;
paru pada perokok adalah 3,2 kali lipat dari bukan perokok.&#xD;
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara IMT dan riwayat merokok dengan &#xD;
terjadinya tuberkulosis paru.&#xD;
Kata kunci: TB Paru, IMT, Riwayat Merokok</description>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

