<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/32">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/32</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5059" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5054" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5041" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4105" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-05-03T17:49:53Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5059">
    <title>HADANAH AKIBAT PERCERAIAN PERSPEKTIF 4 MAZHAB  DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM</title>
    <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5059</link>
    <description>Title: HADANAH AKIBAT PERCERAIAN PERSPEKTIF 4 MAZHAB  DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM
Authors: SYAHPUTRI, MAULIDA
Abstract: ABSTRAK&#xD;
Nama : MAULIDA SYAHPUTRI, NPM : 71190212006, Judul : &#xD;
HADANAH AKIBAT PERCERAIAN PERSPEKTIF 4 MAZHAB &#xD;
DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM&#xD;
Berdasarkan kajian tentang hadhanah sebagaimana, maka sesuai dengan fakta &#xD;
yang ada di lapangan banyak sekali hadhanah bagi suami isteri pasca perceraian &#xD;
menjadi permasalahan yang panjang hingga ke pengadilan tanpa memahami dan &#xD;
mempedomani hukum Islam sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Kompilasi &#xD;
Hukum Islam dan peraturan Islam lainnya.&#xD;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep hadhanah menurut &#xD;
pandangan fiqih 4 mazhab. Untuk mengetahui konsep hadhanah dalam kompilasi &#xD;
hukum Islam. Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan hadhanah menurut &#xD;
pandangan fiqih 4 mazhab dan kompilasi hukum Islam&#xD;
Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research), yakni penelitian &#xD;
yang objek kajiannya menggunakan data pustaka berup buku-buku sebagai &#xD;
sumber datanya. Teknik pengumpulan data melalui penelitian literature dengan &#xD;
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah “metode &#xD;
deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasi &#xD;
apa yang ada, pendapat yang sedang tumbuh, proses yang sedang berlangsung, &#xD;
akibat atau efek yang terjadi atau kecendrungan yang berkembang.&#xD;
Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa Hadhanah Akibat Perceraian &#xD;
perspektif Fiqih 4 mazhab bahwa hadhanah adalah pengasuhan anak yang menjadi &#xD;
kewajiban kedua orang tua sampai anak mumayyiz atau mampu berdiri sendiri, &#xD;
meskipun ibu dan silsilah dari keluarga ibulah yang lebih berhak mengasuh anak &#xD;
sampai anak tersebut mummayiz atau berusia 7 tahun. Hadhanah dalam perspektif &#xD;
Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang dimuat dalam pasal 105 huruf (a) “dalam hal &#xD;
terjadi perceraian, pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur &#xD;
12 tahun adalah hak ibunya. Persamaan 4 mazham dengan KHI bahwa &#xD;
pengasuhan anak sebelum umur 7 tahun yang berhak adalah ibunya sedangkan &#xD;
perbedaan antara fiqih 4 mazhab dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dalam hal &#xD;
menentukan usia mummayiz anak yang mana dalam fiqih disebutkan bahwa usia &#xD;
mumayyiz anak adalah 7 tahun sedangkang dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) &#xD;
usia mumayyiz anak adalah 12 tahun.&#xD;
Kata Kunci : Hadanah, Perceraian dan 4 Mazham, KHI.</description>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5054">
    <title>PEMBATALAN PERKAWINAN DIBAWAH UMUR TANPA PERSETUJUAN WALI (STUDI KASUS KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG)</title>
    <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5054</link>
    <description>Title: PEMBATALAN PERKAWINAN DIBAWAH UMUR TANPA PERSETUJUAN WALI (STUDI KASUS KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG)
Authors: HARAHAP, MARA GADING
Abstract: Jika seorang perempuan memaksakan diri untuk menikah dalam kondisi&#xD;
seperti di atas, maka akad nikahnya tidak sah alias batil (batil artinya tidak sah), meskipun dia dinikahkan oleh wali hakim. Sebab hak kewaliannya sesungguhnya&#xD;
tetap berada di tangan wali perempuan tersebut, tidak berpindah kepada wali hakim. Jadi perempuan itu sama saja dengan menikah tanpa wali, maka nikahnya batil (tidak&#xD;
sah). Adapun tujuan penelitian ini adalah 1). untuk menganalisis kedudukan hukum&#xD;
perkawinan di bawah umur, 2). Untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya&#xD;
perkawinan dibawah umur tanpa persetujuan wali, 3). Untuk menganalisis proses&#xD;
pembatalan perkawinan dibawah umur tanpa persetujuan wali. Dalam penelitian skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif&#xD;
(Studi Kasus / Field Research). Jenis penelitian ini langsung kelapangan melihat&#xD;
kondisi masyarakat. Dalam memecahkan status batas umur menikah, yang akhir-akhir&#xD;
ini pernah menjadi sorotan publik. Akan tetapi yang menjadi kekecewaan penulis&#xD;
adalah masih ada dikotomi yang sangat besar terhadap hukum Islam dan hukum&#xD;
positif yang berlaku di Indonesia. Banyak kalangan masyarakat yang masih belum&#xD;
paham secara utuh terhadap diskursus hukum Islam secara mendalam. Bahkan yang&#xD;
lebih parah ketika seseorang memaksakan kehendaknya untuk melakukan pernikahan&#xD;
di bawah umur dengan alasan bahwa hukum Islam tidak pernah menjelaskan secara&#xD;
rinci tentang batasan umur seseorang boleh melakukan pernikahan. Kata Kunci: Pembatalan Perkawinan, Dibawah Umur, Persetujuan Wali.</description>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5041">
    <title>IMPLIKASI PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN TERHADAP  HARTA ANAK DAN ISTRI (STUDI KASUS DI DESA TELUK  PIAI KECAMATAN KUALUH HILIR KABUPATEN  LABUHAN BATU UTARA</title>
    <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5041</link>
    <description>Title: IMPLIKASI PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN TERHADAP  HARTA ANAK DAN ISTRI (STUDI KASUS DI DESA TELUK  PIAI KECAMATAN KUALUH HILIR KABUPATEN  LABUHAN BATU UTARA
Authors: PUTRA, IRWANSYAH
Abstract: ABSTRAK&#xD;
IMPLIKASI PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN TERHADAP &#xD;
HARTA ANAK DAN ISTRI (STUDI KASUS DI DESA TELUK &#xD;
PIAI KECAMATAN KUALUH HILIR KABUPATEN &#xD;
LABUHAN BATU UTARA&#xD;
IRWANSYAH PUTRA&#xD;
NPM:71200212008&#xD;
Jika dilihat dari segi hukum, perkawinan di bawah tangan jelas tidak &#xD;
mempunyai perlindungan hukum dari negara karena perkawinan tersebut tidak &#xD;
dilaksanakan di muka pejabat yang berwenang dan tidak dicatatkan. Dalam &#xD;
banyak kasus, perkawinan di bawah tangan sering merugikan masyarakat &#xD;
terutama bagi istri dan anak-anak yang dilahirkan. Perkawinan di bawah tangan &#xD;
merupakan bentuk penyimpangan dari perundang-undangan yang berlaku, &#xD;
namun demikian perkawinan di bawah tangan hingga kini masih banyak &#xD;
dilakukan. &#xD;
Adapun tujuan penelitian ini adalah a. untuk mengetahui implikasi &#xD;
perkawinan di bawah tangan terhadap harta anak dan istri (analisis studi kasus &#xD;
di Desa Teluk Piai Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhan Batu Utara, b. &#xD;
untuk mengetahui akibat hukum dari adanya perkawinan di bawah tangan baik &#xD;
dilihat dari segi hubungan suami istri, anak yang dilahirkan, maupun harta &#xD;
kekayaan menurut Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan, &#xD;
c. ntuk mengetahui upaya hukum apa yang harus dilakukan guna melindungi &#xD;
status dan kedudukan pihak-pihak yang berkepentingan. d. Kegunaan &#xD;
Penelitian.&#xD;
Dalam penelitian skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian &#xD;
kualitatif (Studi Kasus / Field Research). Jenis penelitian ini langsung &#xD;
kelapangan melihat kondisi masyarakat.&#xD;
Perkawinan di bawah tangan merupakan hal yang biasa terjadi di &#xD;
Indonesia, perkawinan di bawah tangan tidak di atur dalam peraturan &#xD;
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Istilah perkawinan di bawah &#xD;
tangan ini biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk orang-orang yang &#xD;
melakukan perkawinan tanpa prosedur tang telah diatur dalam Undangundang &#xD;
No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Undang-undang No. 16 Tahun 2019 &#xD;
Tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 1 Tahun 1974. Biasanya &#xD;
perkawinan di bawah tangan dilakukan berdasarkan agama atau adat istiadat dari &#xD;
calon suami atau calon istri.&#xD;
Kata Kunci: Perkawinan di Bawah tangan, Harta Anak dan Istri.</description>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4105">
    <title>PEMBATALAN PERNIKAHAN TANPA SEPENGETAHUAN ISTRI DENGAN MEMALSUKAN IDENTITAS</title>
    <link>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4105</link>
    <description>Title: PEMBATALAN PERNIKAHAN TANPA SEPENGETAHUAN ISTRI DENGAN MEMALSUKAN IDENTITAS
Authors: ZA, MUHAMMAD SYUKRI
Abstract: ABSTRAK&#xD;
Nama : MUHAMMAD SYUKRI ZA, NPM.71180212004. Judul &#xD;
PEMBATALAN PERNIKAHAN TANPA SEPENGETAHUAN ISTRI &#xD;
DENGAN MEMALSUKAN IDENTITAS (Studi Kasus Putusan Pengadilan &#xD;
Agama No.94/Pdt.G/2019/PA.TTD)&#xD;
Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis kedudukan Hukum &#xD;
pembatalan pernikahan tanpa sepengetahuan istri dengan memalsukan identitas &#xD;
Untuk menganalisis putusan Pengadilan terhadap pernikahan tanpa sepengetahuan &#xD;
stri dengan memalsukan identitas. Untuk menganalisis pertimbangan hakim terhadap &#xD;
pernikahan tanpa sepengetahuan stri dengan memalsukan identitas (Studi Kasus &#xD;
Putusan Pengadilan Agama No.94/Pdt.G/2019/PA.TTD) &#xD;
Metode penelitian ini merupakan metode kualitatis bersifat anaisis putusan dalam &#xD;
analisis data yang dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan &#xD;
kesimpulan.&#xD;
Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa Kedudukan Hukum pernikahan &#xD;
tanpa sepengetahuan istri dengan memalsukan identitas maka perkawinan dapat &#xD;
dibatalkan melalui pengadilan agama dengan mengajukan permohonan pembatalan &#xD;
perkawinan oleh KUA, keluarga suami atau isteri yang keberatn atas perkawinan &#xD;
yang tidak memenuhi syarat dan rukun perkawinan tersebut. Putusan Pengadilan &#xD;
terhadap pernikahan tanpa sepengetahuan istri dengan memalsukan identitas adalah &#xD;
membatalkan perkawinan termohon I dan II karena menyalahi ketentuan dan &#xD;
undang-undang perkawinan.Pertimbangan hakim terhadap pernikahan tanpa &#xD;
sepengetahuan stri dengan memalsukan identitas (Studi Kasus Putusan Pengadilan &#xD;
Agama No.94/Pdt.G/2019/PA.TTD) sesuai dengan pernyataan permohon dan &#xD;
termohon, fakta-fakta dan keterangan saksi, maka hakim menyatakan perkawinan &#xD;
tersebut batal atas Termohon I (Cok Mana bin Pairen) dengan Termohon II (Sariana &#xD;
Br Purba binti Sariammat Purba) yang dilangsungkan pada hari Jum’at tanggal 16 &#xD;
Pebruari 2018 di Kecamatan Tebing Tinggi dan menyatakan buku Kutipan Akta &#xD;
Nikah Nomor: 071/33/II/2018 tanggal 26 Februari 2018 yang dikeluarkan Kantor &#xD;
Urusan Agama Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, tidak &#xD;
berkekuatan hokum.&#xD;
Kata Kunci : Pembatalan Pernikahan dan Pemalsuan Identitas.</description>
    <dc:date>2025-02-03T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

