<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/58" />
  <subtitle />
  <id>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/58</id>
  <updated>2026-04-28T15:08:03Z</updated>
  <dc:date>2026-04-28T15:08:03Z</dc:date>
  <entry>
    <title>PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) PADA BIKA AMBON ZULAIKHA</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5465" />
    <author>
      <name>SIAGIAN, ZABAL NUR</name>
    </author>
    <id>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5465</id>
    <updated>2026-01-09T06:34:31Z</updated>
    <published>2026-02-20T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) PADA BIKA AMBON ZULAIKHA
Authors: SIAGIAN, ZABAL NUR
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kapasitas Produksi agar meningkatkan&#xD;
efesiensi dan mengurangi resiko keterlambatan dalam memenuhi pesanan&#xD;
pelanggan. Penelitian ini dilakukan di Bika Ambon Zulaikha dengan menggunakan&#xD;
Metode RCCP (Rough Cut Planning) yang dapat menentukan kecukupan kapasitas&#xD;
produksi untuk memenuhi permintaan pelanggan, meningkatkan efesiensi produksi&#xD;
dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi resiko&#xD;
keterlambatan. Tujuan Metode RCCP yaitu Mengidentifikasi kekurangan kapasitas&#xD;
produksi, Menyusun jadwal produksi yang realistis dan mengurangi biaya&#xD;
overhead. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode&#xD;
RCCP (Rough Cut Planning) pada Bika Ambon Zulaikha Jln.Mojopahit yaitu pada&#xD;
total kapasitas waktu yang dibutuhkan semua proses adalah 51186 menit&#xD;
sedangkan total kapasitas waktu yang dibutuhkan semua proses adalah 274560&#xD;
menit, jadi perusahaan memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi&#xD;
permintaan pada 12 periode selanjutnya.&#xD;
Kata Kunci : Permintaan, RCCP, Peramalan dan Kapasitas</summary>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK MINYAK GORENG DENGAN MENGGUNAKAN SEVEN TOOLS PADA PT INDUSTRI NABATI LESTARI</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5464" />
    <author>
      <name>FITRI, YUSMIYATI FIDIA</name>
    </author>
    <id>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5464</id>
    <updated>2026-01-09T06:30:57Z</updated>
    <published>2026-02-20T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK MINYAK GORENG DENGAN MENGGUNAKAN SEVEN TOOLS PADA PT INDUSTRI NABATI LESTARI
Authors: FITRI, YUSMIYATI FIDIA
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas minyak&#xD;
goreng brand minyakita kemasan 1L dan 2L di PT Industri Nabati Lestari yang&#xD;
berlokasi di Sei Mangkei dengan menggunakan Seven Tools of Quality.&#xD;
Permasalahan utama yang ditemukan adalah kadar Asam Lemak Bebas (FFA),&#xD;
Peroxide Value (PV), dan Cloud Point (CP) yang melebihi spesifikasi internal&#xD;
meskipun masih sesuai standar SNI 7709:2019. Data diperoleh melalui observasi,&#xD;
check sheet, serta hasil uji laboratorium periode Maret–April 2025. Hasil analisis&#xD;
menunjukkan bahwa FFA berada pada kisaran 0,189–0,197%, PV pada 1,33–1,66&#xD;
meqO₂/kg, dan CP sebesar 10,2°C. Diagram Pareto mengidentifikasi ketiga&#xD;
parameter tersebut sebagai penyumbang utama penyimpangan mutu terhadap&#xD;
visual cloudy, sedangkan analisis fishbone menunjukkan akar penyebab berasal&#xD;
dari mutu bahan baku, ketidakstabilan proses fraksinasi dan deodorizer, serta&#xD;
penyimpanan yang kurang optimal. Control chart mengindikasikan proses stabil&#xD;
secara statistik, namun belum memenuhi standar internal. Kesimpulan penelitian&#xD;
ini adalah penerapan Seven Tools efektif untuk mengidentifikasi masalah dominan&#xD;
dan akar penyebab, sehingga dapat digunakan sebagai dasar perbaikan mutu&#xD;
berkelanjutan&#xD;
Kata kunci: Pengendalian Kualitas, Minyak Goreng, Seven Tools, FFA.</summary>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>TRANSFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DI PT. TUNAS HARAPAN SAWIT</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5463" />
    <author>
      <name>SARAGIH, THERESYA RODEARNI</name>
    </author>
    <id>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5463</id>
    <updated>2026-01-09T06:25:10Z</updated>
    <published>2026-02-20T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: TRANSFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DI PT. TUNAS HARAPAN SAWIT
Authors: SARAGIH, THERESYA RODEARNI
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses transformasi sumber daya&#xD;
manusia (SDM) dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja di industri&#xD;
pengolahan kelapa sawit, dengan fokus pada PT Tunas Harapan Sawit.&#xD;
Transformasi SDM dipandang sebagai upaya strategis dalam menghadapi&#xD;
tantangan industri yang terus berkembang, terutama dalam hal efisiensi&#xD;
operasional, adaptasi teknologi, dan peningkatan daya saing tenaga kerja.&#xD;
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods),&#xD;
yang menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui&#xD;
wawancara mendalam dengan manajemen dan karyawan, observasi langsung&#xD;
di lapangan, serta penyebaran kuesioner kepada 90 responden yang terdiri&#xD;
dari berbagai divisi dan tingkatan jabatan. Hasil penelitian menunjukkan&#xD;
bahwa transformasi SDM di perusahaan dilakukan melalui beberapa strategi&#xD;
utama, yaitu penerapan sistem kerja berbasis digital, penguatan aspek&#xD;
kedisiplinan, serta restrukturisasi budaya organisasi untuk mendorong kerja&#xD;
sama tim dan peningkatan etos kerja. Analisis korelasi dari data kuantitatif&#xD;
menunjukkan bahwa kedisiplinan memiliki pengaruh paling signifikan&#xD;
terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja dengan nilai korelasi sebesar&#xD;
r = 0,702, disusul oleh budaya kerja (r = 0,482) dan pelatihan (r = 0,369).&#xD;
Meskipun produktivitas tenaga kerja mengalami peningkatan secara umum,&#xD;
proses transformasi tidak terlepas dari tantangan, seperti keterbatasan akses&#xD;
terhadap pelatihan formal, resistensi terhadap penggunaan teknologi baru,&#xD;
serta lemahnya komunikasi antara pihak manajemen dan karyawan di&#xD;
tingkat operasional. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan&#xD;
transformasi SDM memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan&#xD;
berkelanjutan, melibatkan aspek struktural, perilaku, dan teknologi secara&#xD;
simultan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi&#xD;
pengembangan strategi manajemen SDM di sektor industri kelapa sawit dan&#xD;
sektor lainnya yang memiliki karakteristik serupa.&#xD;
Kata kunci: Transformasi Sumber Daya Manusia, Produktivitas Kerja,&#xD;
Industri Kelapa Sawit, Kedisplinan , Budaya Kerja, Pelatihan.</summary>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ANALISA POSTUR KERJA SECARA ERGONOMI PADA AREA KERJA BLOWING YANG DAPAT MENIMBULKAN RISIKO MUSKULOSKELETAL DI PT. AGRO RAYA MAS</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5462" />
    <author>
      <name>BUDIATI, SYLMI</name>
    </author>
    <id>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5462</id>
    <updated>2026-01-09T06:19:54Z</updated>
    <published>2026-02-20T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: ANALISA POSTUR KERJA SECARA ERGONOMI PADA AREA KERJA BLOWING YANG DAPAT MENIMBULKAN RISIKO MUSKULOSKELETAL DI PT. AGRO RAYA MAS
Authors: BUDIATI, SYLMI
Abstract: PT. Agro Raya Mas merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang Refinery&#xD;
dan memiliki beberapa area produksi salah satunya Blowing. Blowing merupakan&#xD;
area kerja untuk memproduksi jerigen sebagai kemasan untuk produk minyak&#xD;
(olein) di PT. Agro Raya Mas. Proses produksi pada area Blowing yaitu, crushing,&#xD;
mixing dan Moulding (20L dan 5L). Pada area kerja Crusher, posisi operator dalam&#xD;
keadaan membungkuk dan berdiri dalam waktu yang lama. Pada area kerja Mixer,&#xD;
posisi operator dalam keadaan membungkuk dan berdiri dalam waktu yang lama,&#xD;
selain itu juga operator mengangkat beban yang berat. Dan untuk area kerja&#xD;
Moulding, posisi operator dalam keadaan berdiri dan lengan yang menekuk dan&#xD;
dilakukan berulang kali dalam waktu yang lama. Semua area kerja tersebut&#xD;
memiliki risiko terjadinya Muscsuloskeletal Disorders. Tujuan dari penelitian ini&#xD;
untuk menilai tingkat keluhan Muscsuloskeletal Disorders dengan metode Nordic&#xD;
Body Map (NBM) serta menilai tingkat risiko pekerja berdasarkan metode Quick&#xD;
Exposure Check (QEC). Berdasarkan metode NBM diperoleh nilai 66,67% pada&#xD;
kelompok Sangat Sakit (SS) yaitu pada leher bagian atas, kelompok Sakit (S)&#xD;
dengan persentase tertinggi yaitu pada bagian punggung, pergelangan tangan kanan&#xD;
dan tangan kanan. Persentase tertinggi kelompok Agak Sakit (AS) sebesar 83,33%&#xD;
pada bagian bokong, siku kanan dan lengan kanan bawah. Sedangkan kelompok&#xD;
Tidak Sakit (TS) yaitu pada bagian pergelangan tangan kiri sebesar 83,33%.&#xD;
Berdasarkan hasil metode QEC, pada area kerja Crusher diperoleh nilai Exposure&#xD;
Score faktor punggung dengan skor 38 tergolong Very High Exposure Level, faktor&#xD;
Bahu/Lengan dengan skor 46 tergolong High Exposure Level, faktor pergelangan&#xD;
tangan/tangan sebesar 46 tergolong Very High Exposure Level, faktor leher sebesar&#xD;
16 tergolong Very High Exposure Level. Pada area kerja Mixer, faktor punggung&#xD;
dengan skor 42 tergolong Very High Exposure Level, faktor Bahu/Lengan dengan&#xD;
skor 48 tergolong Very High Exposure Level, faktor pergelangan tangan/tangan&#xD;
sebesar 46 tergolong Very High Exposure Level, faktor leher sebesar 16 tergolong&#xD;
Very High Exposure Level. Pada area kerja Moulding 20L, faktor punggung dengan&#xD;
skor 28 tergolong High Exposure Level, faktor Bahu/Lengan dengan skor 36&#xD;
tergolong High Exposure Level, faktor pergelangan tangan/tangan sebesar 32&#xD;
tergolong High Exposure Level, faktor leher sebesar 18 tergolong Very High&#xD;
Exposure Level. Pada area kerja Moulding 5L, faktor punggung dengan skor 28&#xD;
tergolong High Exposure Level, faktor Bahu/Lengan dengan skor 40 tergolong High&#xD;
Exposure Level, faktor pergelangan tangan/tangan sebesar 32 tergolong High&#xD;
Exposure Level, faktor leher sebesar 18 tergolong Very High Exposure Level.&#xD;
Sedangkan Exposure Level masing-masing sebesar 90%, 94%, 70% dan 73% yang&#xD;
menunjukkan bahwa perlu dilakukan penelitian dan perubahan secepatnya.&#xD;
Kata Kunci : Nordic Body Map (NBM), Quick Exposure Check (QEC), Postur&#xD;
kerja</summary>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

