<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/30" />
  <subtitle />
  <id>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/30</id>
  <updated>2026-05-03T20:40:40Z</updated>
  <dc:date>2026-05-03T20:40:40Z</dc:date>
  <entry>
    <title>ANALISIS MAKNA ADZABUN ADZIM DAN ADZABUN ALIM DALAM  AL-QUR'AN KAJIAN TAFSIR AL-MISBAH KARYA MUHAMMAD  QURAISH SHIHAB DAN RELEVANSINYA DALAM  KEHIDUPAN SEHARI-HARI</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5178" />
    <author>
      <name>RITONGA, SULFA PADILLA</name>
    </author>
    <id>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5178</id>
    <updated>2026-01-08T08:52:17Z</updated>
    <published>2026-02-20T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: ANALISIS MAKNA ADZABUN ADZIM DAN ADZABUN ALIM DALAM  AL-QUR'AN KAJIAN TAFSIR AL-MISBAH KARYA MUHAMMAD  QURAISH SHIHAB DAN RELEVANSINYA DALAM  KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Authors: RITONGA, SULFA PADILLA
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna adzabun adzim (azab yang &#xD;
besar) dan adzabun alim (azab yang pedih) dalam Al-Qur’an berdasarkan kajian &#xD;
Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab serta menelaah relevansinya dalam &#xD;
kehidupan sehari-hari. Fokus penelitian ini didasari oleh adanya keberagaman &#xD;
istilah azab dalam Al-Qur’an yang sering dipahami secara umum, padahal masing masing memiliki makna dan konteks tersendiri. Metode penelitian yang digunakan &#xD;
adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tema azab, &#xD;
khususnya dalam QS. Ali Imran ayat 176–177, serta penafsiran yang dikemukakan &#xD;
oleh Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#xD;
adzabun adzim merujuk pada siksaan yang besar dan berat, diperuntukkan bagi &#xD;
orang-orang yang bersegera dalam kekufuran dan mengingkari Allah. Sementara &#xD;
itu, adzabun alim berarti siksaan yang pedih, ditimpakan kepada mereka yang &#xD;
menukar iman dengan kekufuran. Quraish Shihab menekankan bahwa azab &#xD;
merupakan bentuk kemurkaan Allah yang diberikan kepada manusia yang &#xD;
melanggar syariat-Nya. Relevansinya dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai &#xD;
peringatan moral agar manusia senantiasa meningkatkan iman, menjauhi perbuatan &#xD;
dosa, serta menyadari bahwa konsekuensi dari kemaksiatan bukan hanya di akhirat, &#xD;
melainkan dapat dirasakan pula dalam kehidupan dunia.&#xD;
Kata Kunci: Adzabun Adzim, Adzabun Alim, Tafsir Al-Misbah, Quraish &#xD;
Shihab</summary>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>NILAI-NILAI KEUTAMAAN WANITA DALAM AL-QUR’AN:  TINJAUAN TAFSIR AL-AZHAR KARYA HAMKA</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5158" />
    <author>
      <name>SIMAMORA, NONA ATIKA PUTRI</name>
    </author>
    <id>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5158</id>
    <updated>2026-01-08T08:33:41Z</updated>
    <published>2026-02-20T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: NILAI-NILAI KEUTAMAAN WANITA DALAM AL-QUR’AN:  TINJAUAN TAFSIR AL-AZHAR KARYA HAMKA
Authors: SIMAMORA, NONA ATIKA PUTRI
Abstract: Penelitian ini mengkaji penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar terhadap &#xD;
kedudukan dan peran perempuan berdasarkan QS. al-A‘rāf [7]: 189 dan QS. al Aḥzāb [33]: 35. Fokus kajian diarahkan pada tiga pertanyaan utama: (1) &#xD;
bagaimana Buya Hamka menafsirkan kedudukan dan peran perempuan dalam &#xD;
kedua ayat tersebut; (2) apa saja nilai-nilai keutamaan perempuan yang &#xD;
diungkapkan dalam tafsirnya; dan (3) bagaimana relevansi nilai-nilai tersebut &#xD;
terhadap wacana kesetaraan gender dan peran sosial perempuan dalam konteks &#xD;
masyarakat modern Indonesia. Penelitian ini merupakan studi kualitatif deskriptif &#xD;
dengan metode studi kepustakaan (library research), menggunakan pendekatan &#xD;
historis dan kontekstual. Sumber utama yang digunakan adalah Tafsir Al-Azhar &#xD;
karya Buya Hamka, khususnya pada penafsiran dua ayat pokok, serta didukung &#xD;
oleh sumber-sumber sekunder berupa tafsir klasik dan kontemporer, jurnal ilmiah, &#xD;
dan penelitian terdahulu. Teknik analisis data yang digunakan adalah content &#xD;
analysis, karena mampu mengidentifikasi pola makna dan struktur nilai-nilai &#xD;
dalam narasi tafsir secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya &#xD;
Hamka menafsirkan kedua ayat tersebut dengan pendekatan yang moderat dan &#xD;
kontekstual, yang menekankan kesetaraan spiritual dan sosial antara laki-laki dan &#xD;
perempuan. Nilai-nilai keutamaan perempuan yang dikemukakan dalam tafsirnya &#xD;
meliputi kesetaraan spiritual, penghormatan sebagai pasangan hidup, kontribusi &#xD;
dalam kehidupan sosial, serta tanggung jawab moral dan akhlak. Seluruh nilai &#xD;
tersebut dinilai relevan dengan wacana kesetaraan gender di Indonesia dan &#xD;
memberikan dasar teologis yang kuat bagi pemberdayaan perempuan dalam &#xD;
kerangka ajaran Islam.&#xD;
Kata Kunci: Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar, keutamaan perempuan, Al-Qur’an, &#xD;
kesetaraan gender</summary>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Makna Asyhur al-Ma‘lūmāt dalam Al-Qur’an  Berdasarkan Tafsir al-Azhar Karya Buya Hamka</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5156" />
    <author>
      <name>YUNUS, MUHAMMAD</name>
    </author>
    <id>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5156</id>
    <updated>2026-01-08T08:47:31Z</updated>
    <published>2026-02-20T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Makna Asyhur al-Ma‘lūmāt dalam Al-Qur’an  Berdasarkan Tafsir al-Azhar Karya Buya Hamka
Authors: YUNUS, MUHAMMAD
Abstract: Penelitian ini berjudul “Analisis Makna Asyhur al-Ma‘lūmāt dalam Al-Qur’an &#xD;
Berdasarkan Tafsir al-Azhar Karya Buya Hamka”. Fokus kajian ini adalah &#xD;
menggali pemahaman konseptual dan kontekstual terhadap istilah asyhur al ma‘lūmāt sebagaimana disebutkan dalam QS. al-Baqarah [2]:197, serta &#xD;
keterkaitannya dengan ayat-ayat lain yang relevan, melalui pendekatan tafsir &#xD;
tematik (tafsīr mawḍū‘ī). Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi ayat-ayat &#xD;
terkait, menelaah penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar, dan &#xD;
membandingkannya dengan tafsir klasik maupun kontemporer.&#xD;
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir &#xD;
tematik, melalui studi kepustakaan, analisis isi, serta validasi komparatif. Data &#xD;
primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an tentang asyhur al-ma‘lūmāt (khususnya QS. &#xD;
al-Baqarah [2]:197, QS. al-Tawbah [9]:36, dan QS. al-Ḥajj [22]:27–28), &#xD;
sedangkan data sekunder berasal dari literatur tafsir klasik, modern, serta karya &#xD;
akademik yang relevan.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Buya Hamka, asyhur al-ma‘lūmāt&#xD;
bermakna “bulan-bulan yang telah diketahui” yang mencakup periode ibadah haji &#xD;
sekaligus momentum suci untuk menegakkan nilai moral, spiritual, dan sosial. &#xD;
Penafsiran Hamka tidak hanya menekankan aspek fikih ibadah, tetapi juga &#xD;
menghadirkan dimensi etika publik, disiplin spiritual, serta pesan kebangsaan. &#xD;
Tafsir al-Azhar menempatkan asyhur al-ma‘lūmāt sebagai ruang simbolik untuk &#xD;
membangun kesadaran kolektif, menjauhkan umat dari konflik, dan &#xD;
menumbuhkan budaya damai.&#xD;
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penafsiran Buya Hamka &#xD;
memberikan kontribusi penting bagi pengembangan tafsir tematik keindonesiaan &#xD;
yang mengintegrasikan antara teks wahyu, realitas sosial, dan semangat &#xD;
kebangsaan.&#xD;
Kata Kunci: Asyhur al-Ma‘lūmāt, Tafsir al-Azhar, Buya Hamka, Tafsir Tematik, &#xD;
Waktu Suci</summary>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>METODE DAKWAH DALAM AL-QUR’AN (Analisis Kitab Tafsir Al Munir  Karya Wahbah Zuhaili)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5150" />
    <author>
      <name>Arif, Muhammad</name>
    </author>
    <id>http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/5150</id>
    <updated>2026-01-08T08:41:12Z</updated>
    <published>2026-02-20T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: METODE DAKWAH DALAM AL-QUR’AN (Analisis Kitab Tafsir Al Munir  Karya Wahbah Zuhaili)
Authors: Arif, Muhammad
Abstract: Metode dakwah dalam al-Qur’an sangat penting untuk menyampaikan ajaran ajaran Islam kepada masyarakat, dalam al-Quran dakwah bukan hanya sekedar &#xD;
seruan untuk mengajak orang beriman, melainkan juga metode yang sangat &#xD;
terstruktur dan penuh hikmah. Dakwah dalam Islam bukan hanya soal &#xD;
menyampaikan pesan agama, tetapi bagaimana cara menyampaikan itu agar &#xD;
diterima dengan baik oleh hati yang mendengarnya. Penelitian ini membahas &#xD;
tentang metode dakwah dalam al-Qur’an dengan menguraikan penafsiran kitab al Munir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif menjelaskan dengan &#xD;
deskriptif, serta data yang didapat dari kepustakaan (Library research). Hasil &#xD;
penelitian menunjukkan berdasarkan tafsir al-Munir karya Wahbah Zuhaili, &#xD;
metode dakwah dalam al-Quran terdapat beberapa metode, yakni kebijaksanaan, &#xD;
pemahaman mendalam, atau pengetahuan tinggi yang bermanfaat bagi kehidupan &#xD;
(hikmah). Kemudian, pendidikan yang menyampaikan nasihat dan ajaran &#xD;
kebaikan secara lemah lembut, menyentuh hati, serta disertai dengan teladan dan &#xD;
contoh nyata (mau’izah hasanah), serta bermusyarah dengan cara yang baik &#xD;
(jadal).&#xD;
Kata Kunci : Al-Qur’an, Dakwah Metode, Tafsir Al-Munir.</summary>
    <dc:date>2026-02-20T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

