Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/922
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSUHADANOKI, WANDA PRIANK-
dc.date.accessioned2022-01-05T04:05:50Z-
dc.date.available2022-01-05T04:05:50Z-
dc.date.issued2022-01-05-
dc.identifier.urihttp://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/922-
dc.description.abstractSatwa liar salah satu bagian dari keanekaragaman hayati juga tak luput dari ancaman manusia. Satwa lindung diambil dari habitatnya untuk beberapa alasan. Ada orang yang mengambil satwa liar untuk diperdagangkan baik secara nasional maupun internasional karena nilai ekonomisnya yang sangat tinggi. Sebagian lagi orang mengambil satwa liar untuk memenuhi kesenangan atau hobinya. Satwa liar yang dipelihara atau diperdagangkan tanpa izin merupakan perbuatan tindakan melawan hukum. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pengaturan hukum dan sanksi pidana terhadap pelaku pemeliharaan satwa liar tanpa izin. Bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana pemeliharaan satwa liar berdasarkan putusan Nomor : 933/Pid.B/LH/2018/PN Rap. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, Penelitian dilakukan untuk mencari pemecahan atas isu hukum yang timbul, yaitu memberikan preskripsi (petunjuk) mengenai apa yang sebenarnya dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukka bahwa Pengaturan hukum terhadap pelaku tindak pidana pemeliharaan satwa liar tanpa izin oleh Suraji alias Suraji, SE, MM adalah pelanggaran ketentuan dan peraturan hukum pasal 21 ayat (2) huruf a Jo pasal 40 ayat (2) Undang-Undang RI No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem secara perorangan di lokasi wisata kolam renang miliknya. Bentuk sanksi pidana terhadap pelaku pemeliharaan satwa liar tanpa izin adalah hukuman penjara selama 3 (tiga) bulan dan denda sebesar Rp.5.000.000.- (Lima juta rupiah). Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana pemeliharaan satwa liar berdasarkan putusan Nomor : 933/Pid.B/LH/2018/PN Rap adalah berdasarkan barang bukti, keterangan saksi, keterangan ahli yang menyatakan bahwa terdakwa memelihara satwa liar tanpa ada izin dari pihak berwenang.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Hukum, Universitas Islam Sumatera Utaraen_US
dc.relation.ispartofseriesUISU210286;-
dc.subjectPertanggungjawaban, Tindak Pidana dan Satwa Liaren_US
dc.titlePERTANGGUNG JAWABAN PELAKU TINDAK PIDANA PEMELIHARAAN SATWA LIAR TANPA IZIN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Rantau Prapat Nomor:933/PID.B/LH/2018/PN Rap)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Ilmu Hukum

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography136.97 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract7.06 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapter I110.94 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II, III, IV, V.pdf
  Restricted Access
Chapter II, III, IV, V250.21 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.