Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/392
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSIREGAR, FEBRI ZEIT GUNAWAN SYALEH-
dc.date.accessioned2021-01-14T04:14:39Z-
dc.date.available2021-01-14T04:14:39Z-
dc.date.issued2021-01-14-
dc.identifier.urihttp://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/392-
dc.description.abstractKesadaran tertib berlalu lintas di Indonesia masih sangat rendah sehingga banyak ditemukan pelanggaran, baik yang dilakukan orang dewasa maupun oleh anak-anak. Pengemudi sebagai subjek hukum yang pertama-tama haruslah menguasai pengertian hukum, pengertian ketertiban hukum dan kesadaran hukum. Aparat penegak hukum dalam hal ini polisi lalu lintas memiliki tugas untuk membina dan menyelenggarakan fungsi lalu lintas yang meliputi, penegakan hukum, pengkajian masalah lalu lintas, registrasi dan identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor serta mengadakan patrol jalan raya. Keadaan diatas menimbulkan permasalahan, apa faktor penyebab pelanggaran lalu llintas oleh anak, bagaimana penerapan hukum pelanggaran lalu lintas yang dilakukan anak dan bagaimana upaya untuk menaggulangi pelanggaran lalu lintas oleh anak. Penelitian bersifat deskriptif, menggambarkan keadaan subjek dan objek dapat berupa orang atau lembaga berdasarkan fakta yang ada dan melakukan pendekatan yuridis normatif dan empiris, dengan melihat peraturan perundang-undangan, bahan-bahan kepustakaan dan wawancara. Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, yang menyebabkan pelanggaran lalu lintas yang diakukan anak dilatar belakangi oleh kenakalan anak yang meliputi faktor intristik dan faktor eksternal yaitu faktor intelegentia, faktor usia, faktor kelamin, faktor kedudukan anak dalam keluarga, faktor pendidikan dan faktor lingkungan. Penerapan hukum terhadap tindak pidana pelanggaran lalu lintas yang dilakukan anak yaitu, sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan anak berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan saksi pidana kepada anak harus didasarkan pada kebenaran, keadilan dan kesejahteraan anak. Kemudian upaya yang dilakukan untuk menanggulangi pelanggaran lalu lintas oleh anak adalah melakukan upaya pre-emtif, upaya preventif dan upaya represif yaitu dengan sosiaisasi dan mengambil tindakan berupa penegakan hukum. Dari penelitian ini perlu dilakukan sosialisasi kepada anak yang berkaitan dengan aturan tentang berlalu lintas, dalam perkara anak harus didasarkan pada keadilan dan kesejahteraan anak. Orang tua sangat penting untuk membina perkembangan anak serta mengawasi perilaku anak yang bertentangan dengan hukum dengan tidak memberikan fasilitas dan membiarakan anak-anaknya yang belum memenuhi syarat untuk mengendarai kendaraan bermotoren_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Hukum, Universitas Islam Sumatera Utaraen_US
dc.relation.ispartofseriesUISU200044;-
dc.subjectPolisi, Penegakan Hukum, Pelanggara Lalu Lintas, anaken_US
dc.titlePENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PELANGGARAN LALU LINTAS YANG DILAKUKAN ANAK (Studi Penelitian di Satuan Lalu Lintas Polres Tapanuli Selatan)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Ilmu Hukum

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Bibliography.pdfCover, Bibliography907.67 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract11.51 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapter I115.46 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II, III, IV, V.pdf
  Restricted Access
Chapter II, III, IV, V307.84 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.